TASIKMALAYA — Hujan deras yang mengguyur Tasikmalaya pada Kamis (3/4/2026) memicu banjir di sejumlah titik. Genangan air tak hanya melumpuhkan ruas jalan, tetapi juga merendam permukiman warga hingga menimbulkan kepanikan.
Salah satu wilayah terdampak cukup parah berada di Kampung Cikalang, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang. Luapan Sungai Cikalang yang tak mampu menampung debit air menyebabkan banjir meluas ke area permukiman.
Sedikitnya 22 rumah terdampak, terutama di RT 01/06 dan RT 05/06.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga mencapai lutut orang dewasa.
Warga yang terkejut dengan cepatnya kenaikan air terpaksa bergegas menyelamatkan barang-barang berharga guna menekan kerugian.
Ketua RT 01/06, Zaenal Kamal, mengungkapkan banjir kali ini tergolong tidak biasa.
“Biasanya wilayah kami tidak terdampak. Tapi sekarang justru ikut terendam. Ini mungkin yang pertama kali separah ini,” ujarnya, Jumat dini hari.
Ia menjelaskan, selain dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung sekitar dua jam, banjir juga diperparah kiriman air dari wilayah lain.
Kondisi ini kembali menyoroti persoalan klasik di kota tersebut, yakni sistem drainase yang dinilai belum mampu mengantisipasi lonjakan debit air saat hujan ekstrem.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, memastikan tim gabungan telah bergerak cepat melakukan penanganan sejak sore hingga malam hari.
Upaya penyedotan air dan penanganan darurat terus dilakukan guna mempercepat surutnya genangan, khususnya di kawasan yang berada dekat aliran sungai.
Tak hanya di Cikalang, hujan ekstrem juga memicu genangan di sejumlah ruas jalan lain. Bahkan, insiden pohon tumbang dan longsor dilaporkan terjadi di beberapa titik.
“Kami fokus mempercepat penanganan agar kondisi segera kembali normal,” kata Hanafi.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk membenahi sistem tata air perkotaan, di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi.








