Internasional

Prancis Bantu Lebanon, Kirim 39 Kendaraan Lapis Baja Siap Pakai

10
×

Prancis Bantu Lebanon, Kirim 39 Kendaraan Lapis Baja Siap Pakai

Sebarkan artikel ini
French VAB
Pengiriman kendaraan tempur jenis VAB (Véhicule de l’Avant Blindé) itu dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Prancis

PARIS — Pemerintah Prancis mengirimkan 39 kendaraan lapis baja ke Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut yang turut menyeret pasukan penjaga perdamaian internasional.

Pengiriman kendaraan tempur jenis VAB (Véhicule de l’Avant Blindé) itu dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Prancis pada Jumat (3/4/2026).

Bantuan militer ini ditujukan untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Lebanon dalam menjaga stabilitas keamanan dan melindungi warga sipil.

Wakil Menteri Pertahanan Prancis, Aulis Roffo, menyatakan kendaraan tersebut dirancang untuk meningkatkan mobilitas pasukan di wilayah berisiko tinggi.

“VAB memungkinkan operasi militer berjalan lebih aman di area konflik. Kendaraan ini mampu mengangkut sekitar 10 personel dengan perlindungan baja terhadap tembakan ringan dan pecahan peluru,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan di tengah situasi Lebanon yang kian memanas, terutama di wilayah selatan yang berbatasan dengan Israel. Ketegangan meningkat seiring intensitas serangan yang juga berdampak pada pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk kontingen Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Sejauh ini, sedikitnya 11 prajurit TNI dilaporkan menjadi korban dalam rangkaian insiden di Lebanon. Tiga di antaranya gugur akibat serangan yang dikaitkan dengan eskalasi konflik Israel-Hizbullah.

Meski demikian, pemerintah Prancis menegaskan bahwa pengiriman kendaraan lapis baja ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung stabilitas Lebanon, yang telah dirancang sejak beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut juga mencerminkan kekhawatiran internasional atas potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, yang kini tidak hanya melibatkan aktor negara, tetapi juga kelompok bersenjata non-negara.

Dengan tambahan armada tempur ini, diharapkan kemampuan operasional militer Lebanon meningkat, terutama dalam menjaga wilayah rawan dan mengurangi dampak konflik terhadap masyarakat sipil.

Namun di sisi lain, masuknya bantuan militer asing juga menandai bahwa situasi keamanan Lebanon belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan berpotensi semakin kompleks di tengah tarik-menarik kepentingan global.