Hukrim

Sidang Dugaan Ijazah Jokowi Memanas, Oegroseno: Wajah di Alumni dan Medsos Sangat Berbeda

86
×

Sidang Dugaan Ijazah Jokowi Memanas, Oegroseno: Wajah di Alumni dan Medsos Sangat Berbeda

Sebarkan artikel ini
Ijazah Jokowi
Ilustrasi: ILUSTRASI: Tangkapan layar salah satu akun yang menyebut ijazah Jokow

Sidang lanjutan perkara dugaan keabsahan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas. Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno yang dihadirkan sebagai saksi mengungkap perbedaan mencolok antara sosok Jokowi yang ia kenal secara langsung dengan foto yang tercantum dalam buku alumni maupun yang beredar di media sosial.

Dalam persidangan, Oegroseno menjawab pertanyaan kuasa hukum terkait identitas fisik Jokowi pada awal 2000-an.

“Saksi, yang dipanggil oleh Pak Jokowi secara fisik waktu itu sekitar tahun 2000 sekian, apakah wajahnya sama dengan yang ada di buku alumni dan platform Twitter yang saudara lihat?” tanya kuasa hukum di ruang sidang.

Menjawab pertanyaan tersebut, Oegroseno menegaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan.

“Sangat beda jauh. Sangat berbeda,” jawab Oegroseno tegas di hadapan majelis hakim.

Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian ruang sidang. Oegroseno menilai perbedaan tersebut bukan sekadar perubahan usia, melainkan perbedaan yang secara kasat mata cukup mencolok.

Ia juga menyinggung pentingnya pendekatan ilmiah dan objektif dalam menguji keaslian Ijazah Jokowi. Mulai dari pemeriksaan dokumen, termasuk ijazah, agar polemik tidak terus bergulir tanpa kejelasan.

“Pengujian seharusnya dilakukan secara ilmiah, bisa melalui uji tinta, uji kertas, dan metode forensik lainnya,” ujarnya.

Menurut Oegroseno, pengujian forensik dokumen merupakan langkah yang lazim dan dapat memberikan kepastian hukum, sekaligus menghindari spekulasi liar di ruang publik.

Ia mengingatkan agar proses hukum tidak digiring pada asumsi semata, melainkan berbasis pada alat bukti yang sah dan dapat diuji secara ilmiah.

Sidang perkara dugaan ijazah Jokowi ini sendiri terus menjadi sorotan publik karena menyentuh aspek sensitif terkait integritas dan rekam jejak pemimpin nasional. Sejumlah saksi sebelumnya juga telah dihadirkan untuk memberikan keterangan, baik terkait dokumen maupun konteks historis pendidikan Jokowi.

Majelis hakim menegaskan bahwa seluruh keterangan saksi akan dipertimbangkan secara objektif sebelum mengambil kesimpulan hukum.
Sidang dijadwalkan akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya serta pendalaman terhadap alat bukti dokumen yang diajukan para pihak. (Sumber: Youtube KOMPAS.com)