Internasional

Perlihatkan Puing Pesawat dan Helikopter, Iran: Operasi Penyelamatan Pilot AS Gagal

18
×

Perlihatkan Puing Pesawat dan Helikopter, Iran: Operasi Penyelamatan Pilot AS Gagal

Sebarkan artikel ini
Puing Hercules C-130
Teheran menyebut telah menembak jatuh satu pesawat angkut C-130 serta dua helikopter Black Hawk.

TEHERAN — Pemerintah Iran sebut operasi penyelamatan Pilot AS yang dilakukan Donald Trump gagal total. Televisi Nasional Iran kembali menggencarkan perang narasi dengan menayangkan rekaman puing pesawat dengan baling-baling dan  puing lain yang diklaim sebagai helikopter.

Video tersebut disebut sebagai keberhasilan tentara Iran menghancurkan sejumlah aset militer Amerika Serikat yang digunakan untuk misi penyelamatan.

Televisi pemerintah Iran juga menyiarkan footage terbaru yang memperlihatkan sasaran udara dihantam di wilayah selatan Provinsi Isfahan. Dalam tayangan tersebut, Iran mengklaim telah menargetkan pesawat-pesawat militer AS yang tengah menjalankan misi pencarian dan penyelamatan pilot.

Sebelumnya, Teheran menyebut telah menembak jatuh satu pesawat angkut C-130 serta dua helikopter Black Hawk. Klaim itu kemudian diperkuat dengan rilis visual yang disebarkan media resmi pemerintah.

Otoritas lokal di Isfahan juga melaporkan sedikitnya 10 orang tewas akibat serangan yang terjadi di wilayah tersebut. Namun hingga kini belum ada kejelasan apakah korban berasal dari dampak langsung pertempuran udara, serangan darat, atau efek lanjutan dari operasi militer yang berlangsung.

Di tengah situasi yang masih kabur, Iran justru menegaskan posisi ofensifnya. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyebut keberhasilan ini sebagai pukulan telak bagi Amerika Serikat.

“Jika Amerika mendapatkan tiga ‘kemenangan’ seperti ini lagi, mereka akan hancur total,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah.

Sementara itu, Komando Militer Gabungan Khatam al-Anbiya mengklaim operasi penghancuran pesawat musuh dilakukan dalam aksi terkoordinasi antara Garda Revolusi Iran dan unsur keamanan dalam negeri.

Iran bahkan menyamakan situasi ini dengan kegagalan operasi militer Amerika dalam Operation Eagle Claw pada 1980, yang kala itu berujung pada kegagalan penyelamatan sandera di Teheran.

Di sisi lain, Amerika Serikat belum mengonfirmasi seluruh klaim yang disampaikan Iran. Washington justru sebelumnya menyatakan sistem pertahanan udara Iran telah melemah akibat serangan bertubi-tubi.

Perbedaan klaim ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di ruang informasi. Kedua pihak sama-sama berupaya membangun persepsi kemenangan di mata publik global.

Namun satu hal yang pasti, eskalasi konflik kini semakin meluas, dengan sasaran yang tidak lagi terbatas pada instalasi militer, tetapi juga mulai menyentuh infrastruktur strategis, memperbesar risiko krisis kawasan yang lebih luas.(Sumber : Al Jazeera)