Ekonomi

KBB Ubah Zakat Jadi Modal Usaha, Bukan Sekadar Bansos!

×

KBB Ubah Zakat Jadi Modal Usaha, Bukan Sekadar Bansos!

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Barat saat menghadiri Gebyar Bakti Sosial BAZNAS di Aula HBS, Ngamprah.
Bupati Bandung Barat saat menghadiri Gebyar Bakti Sosial BAZNAS di Aula HBS, Ngamprah.

BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendorong optimalisasi pengelolaan zakat agar tidak hanya menjadi sarana penyaluran bantuan sosial. Kebijakan Zakat produktif Bandung Barat ini diarahkan agar mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi dan mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Gebyar Bakti Sosial Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Barat. Acara ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri Nasional 1448 Hijriah di Aula HBS, Ngamprah, dengan mengusung tema “Mewujudkan Bandung Barat Amanah Melalui Kepedulian Sosial dan Pemberdayaan Umat”.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut harus menjadi pengingat pentingnya membangun generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta kemandirian dalam menghadapi tantangan zaman.

Selain penguatan kualitas sumber daya manusia, Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan zakat yang lebih produktif. Ia menilai potensi zakat harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat luas.

Bantuan yang diberikan tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat semata. Sebaliknya, bantuan harus mampu membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, dan menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga penerima manfaat.

Sejalan dengan upaya tersebut, sejumlah program pelatihan vokasi diperkenalkan dalam kegiatan ini. Pelatihan tersebut meliputi budidaya hidroponik, keterampilan barista, hingga pembuatan pakan ternak ruminansia yang aplikatif.

Program tersebut diharapkan menjadi bekal keterampilan praktis bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif. Dengan begitu, masyarakat dapat memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan keluar dari jerat kemiskinan.

Bupati juga mengingatkan para penerima manfaat agar tidak menyia-nyiakan bantuan maupun kesempatan mengikuti pelatihan. Menurutnya, keberhasilan program Pemberdayaan ekonomi umat KBB tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan yang disalurkan.

Lebih jauh, ia berharap masyarakat yang saat ini masih membutuhkan bantuan dapat tumbuh menjadi pribadi mandiri. Bahkan, mereka diharapkan mampu menjadi muzaki yang menunaikan zakat dan membantu masyarakat lainnya di masa depan.

Pemkab Bandung Barat mengajak BAZNAS, lembaga keagamaan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel dinilai menjadi faktor penting agar potensi dana umat memberikan manfaat lebih luas.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bandung Barat berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan. Zakat juga memiliki kekuatan besar sebagai instrumen solidaritas sosial dan pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan.