KARAWANG – Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat memicu lonjakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan paling ekstrem adalah harga tepung tapioka Karawang, yang kini menembus Rp18 ribu per kilogram atau naik hingga 100 persen.
Kenaikan harga tersebut sangat dirasakan langsung oleh para pedagang grosir maupun eceran di Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta. Harga tepung tapioka yang sebelumnya hanya Rp9 ribu per kilogram kini meledak menjadi Rp18 ribu per kilogram.
Sementara itu, untuk pembelian kemasan karung, harganya naik dari Rp280 ribu menjadi Rp412 ribu. Lonjakan sebesar 47 persen ini tentu sangat memberatkan para pelaku usaha kecil yang mengandalkan komoditas tersebut.
Kenaikan juga terjadi pada tepung terigu yang kini mencapai Rp10 ribu per kilogram. Harga tersebut naik 25 persen dari sebelumnya Rp8 ribu, sementara untuk kemasan karung meningkat dari Rp210 ribu menjadi Rp228 ribu.
Pemilik toko grosir, Rima Pratiwi, menduga kenaikan ini murni dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada mahalnya bahan baku impor yang kemudian berimbas ke harga barang di tingkat pedagang.
Menurutnya, kenaikan harga membuat konsumen kini lebih selektif dalam berbelanja. Mereka cenderung mengurangi jumlah pembelian sehingga turut memengaruhi omzet toko secara signifikan.
Keluhan serupa juga disampaikan Mulyati, seorang pembeli yang berprofesi sebagai pedagang eceran. Ia mengaku kenaikan dampak rupiah melemah sembako ini sangat memberatkan karena barang tersebut harus dijual kembali kepada konsumen.
Di tengah kenaikan harga modal, Mulyati mengaku semakin kesulitan mempertahankan keuntungan. Jika harga jual dinaikkan, ia khawatir konsumen justru akan mengurangi pembelian atau beralih ke produk lain.
Selain tepung, kenaikan harga bahan baku ini juga berdampak pada harga komoditas lainnya, termasuk mi instan. Hal ini membuat daya beli konsumen semakin menurun dan keuntungan pedagang kian menipis.
Para pedagang di Karawang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga sejumlah komoditas. Stabilitas harga sangat dibutuhkan agar aktivitas perdagangan dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.




