Daerah

Kemenag Karawang Turun Tangan, Masjid Roboh Berdiri Lagi

×

Kemenag Karawang Turun Tangan, Masjid Roboh Berdiri Lagi

Sebarkan artikel ini
MAsjid
Senin (25/5/2026), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang turun langsung menyerahkan bantuan untuk mendukung proses pembangunan kembali masjid

KARAWANG – Musibah runtuhnya Masjid Nurul Falah di Kampung Lamaran II, Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, akibat diterjang angin kencang dan hujan deras, menggugah kepedulian banyak pihak. Di tengah puing bangunan rumah ibadah yang roboh, semangat gotong royong warga justru semakin menyala.

Senin (25/5/2026), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang turun langsung menyerahkan bantuan untuk mendukung proses pembangunan kembali masjid tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, H. Sopian, hadir langsung menemui warga dan pengurus masjid. Ia mengatakan informasi terkait musibah itu sebelumnya diterima melalui penyuluh agama yang bertugas di wilayah setempat.

“Silaturahim ini bukan hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mempererat ukhuwah dan memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Sopian.

Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Kementerian Agama terhadap fasilitas ibadah dan masyarakat yang terdampak bencana.

“Atas nama Kementerian Agama, kami membawa kadeudeuh. Mudah-mudahan bantuan ini dapat menjadi stimulan untuk membantu percepatan pembangunan kembali Masjid Nurul Falah,” katanya.

Meski demikian, Sopian mengakui bantuan yang disalurkan belum mampu menutupi seluruh kebutuhan pembangunan masjid. Namun ia berharap dukungan tersebut bisa menjadi pemantik semangat masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali rumah ibadah tersebut.

“Kami berharap pembangunan masjid ini segera selesai agar masyarakat kembali dapat beribadah dengan nyaman,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Solokan, Hasan, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kemenag Karawang kepada warganya. Ia menilai kehadiran jajaran Kementerian Agama bukan hanya membawa bantuan materi, tetapi juga energi moral bagi masyarakat.

“Kehadiran Kemenag di tengah masyarakat membawa semangat kebersamaan. Ini menjadi penguat bagi warga untuk kembali membangun masjid yang menjadi pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kerusakan akibat bencana, warga Pakisjaya kini mencoba bangkit. Dari reruntuhan Masjid Nurul Falah, tumbuh kembali harapan tentang solidaritas dan kekuatan gotong royong masyarakat Karawang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *