Daerah

Sinergi Polisi-Petani di Tasik, 4,8 Ton Jagung Dipanen

×

Sinergi Polisi-Petani di Tasik, 4,8 Ton Jagung Dipanen

Sebarkan artikel ini
Panen Jagung
Polsek Tamansari Panen jagung pipil hibrida kuartal IV yang digelar di Blok Gunungjati, RT 02 RW 04, Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya

Sinergi aparat kepolisian dan petani di Kota Tasikmalaya kembali membuahkan hasil konkret. Panen jagung pipil hibrida kuartal IV di Blok Gunungjati, Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Senin siang (16/2/2026), menghasilkan sekitar 4,8 ton jagung pipil kering untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Panen dilakukan di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan produktivitas mencapai 3,2 ton per hektare. Capaian ini dinilai cukup menggembirakan di tengah upaya memperkokoh ketahanan pangan nasional di tingkat lokal.

Kegiatan ini melibatkan jajaran Polsek Tamansari bersama Gapoktan Taruna Tani Binangkit dan para petani setempat. Aparat kepolisian tampak turun langsung ke sawah, berbaur dalam suasana gotong royong yang kental.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Kapolsek Tamansari AKP Nuraeni menegaskan, kehadiran polisi bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami turun langsung ke lapangan bersama para petani. Ini bukan hanya tentang panen, tetapi kebersamaan dan komitmen mendukung program ketahanan pangan,” ujar Nuraeni kepada wartawan, Senin malam.

Menurutnya, keberhasilan panen merupakan hasil kedisiplinan petani dalam menerapkan pola tanam yang tepat, termasuk penggunaan benih jagung hibrida unggul serta perawatan optimal.

“Dengan benih unggul dan dukungan berbagai pihak, produktivitas lahan bisa terus meningkat. Ini bagian dari ikhtiar bersama menjaga ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Rencananya, jagung hasil panen akan dikeringkan hingga memenuhi standar kadar air sebelum dikirim ke Perum Bulog guna menopang stok dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Panen di Gunungjati menjadi bukti kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan dampak nyata. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, sinergi aparat dan petani menjadi fondasi penting menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *