Daerah

DLH Tasikmalaya Kebut Angkut Sampah di 4 Titik

×

DLH Tasikmalaya Kebut Angkut Sampah di 4 Titik

Sebarkan artikel ini
Alat Berat
Meski dihadapkan pada keterbatasan armada pengangkut yang sudah tua dan tingginya volume sampah domestik, DLH memastikan proses penanganan terus dimaksimalkan

TASIKMALAYA – Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya bergerak cepat menangani penumpukan sampah yang kembali terjadi di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan armada pengangkut yang sudah tua dan tingginya volume sampah domestik, DLH memastikan proses penanganan terus dimaksimalkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Fery Arif Maulana, mengatakan pihaknya telah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dengan mengerahkan armada tambahan, personel lembur, hingga alat berat.

“Kami mengoptimalkan armada dan personel. Ada penanganan khusus dengan sistem lembur serta penggunaan alat berat agar proses pengangkutan sampah bisa lebih cepat,” ujar Fery kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, terdapat empat titik yang saat ini menjadi fokus penanganan intensif lantaran volume sampah meningkat cukup signifikan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Keempat titik tersebut meliputi Depo Pasar Lama, Depo Dadaha, Depo Pasar Cikurubuk, dan kawasan Jalan SL Tobing dekat Hotel Borobudur.

“Empat titik itu menjadi prioritas penanganan intensif karena volume sampahnya cukup tinggi,” katanya.

Fery mengakui dalam dua pekan terakhir kondisi penumpukan sampah memang berbeda dibanding sebelumnya. Bahkan di sejumlah lokasi, tumpukan sampah sempat meluber hingga menghambat akses jalan.

Untuk mempercepat penanganan, DLH mengerahkan 10 armada pengangkut dan satu alat berat.

“Kalau sebelumnya relatif aman, sekarang memang terjadi penumpukan seperti ini. Namun kami sudah kerahkan 10 armada dan satu alat berat,” jelasnya.

Ia menyebut salah satu kendala utama berasal dari kondisi armada pengangkut yang sudah menua dan sebagian tengah menjalani perbaikan.

Di sisi lain, volume sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik, masih cukup tinggi meski tidak mengalami lonjakan drastis.

“Mungkin ada pengaruh dari cuti bersama dan libur panjang beberapa hari terakhir, tapi peningkatannya tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Khusus penanganan di kawasan Pasar Cikurubuk, DLH menargetkan proses pembersihan rampung paling lambat besok agar akses jalan kembali normal.

“Insyaallah maksimal besok akses jalan sudah bisa dibuka kembali,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerhati sosial Kota Tasikmalaya, Ade Ruhimat, menilai pemerintah daerah perlu melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah agar tidak terus bergantung pada pola konvensional.

Menurutnya, persoalan sampah kini bukan sekadar isu kebersihan, melainkan sudah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan citra daerah.

Ade juga mendorong Pemkot Tasikmalaya mulai mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi modern seperti bioetanol, DME, dan RDF sebagai bahan bakar industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *