HukrimUncategorized

Lampu Rumah Mati Tiga Hari, Pria di Tasik Ditemukan Tewas

×

Lampu Rumah Mati Tiga Hari, Pria di Tasik Ditemukan Tewas

Sebarkan artikel ini
OLah TKP
Jajaran Kepolisian Polsek Cibeureum dan Polres Tasikmalaya Kota saat mendatangi lokasi penemuan mayat di dalam rumah (Istimewa).

TASIKMALAYA – Warga Kampung Gunung Muncang, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial R (59) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu pagi (6/5/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah warga curiga karena lampu rumahnya tidak menyala sejak Senin (3/5/2026).
Kecurigaan itu bermula saat seorang warga, Idar Sudarman (71), mengajak warga lainnya, Een Suhendar (59), untuk memeriksa kondisi rumah korban sekitar pukul 06.00 WIB.

Setibanya di lokasi, Idar sempat mengetuk pintu rumah korban sebanyak tiga kali. Namun, tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Merasa ada yang tidak beres, keduanya kemudian mengintip melalui jendela rumah dan melihat korban dalam posisi duduk menghadap jendela dengan kondisi tubuh sudah membengkak.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke pihak kelurahan serta kepolisian.

Petugas piket Reskrim bersama SPKT Polsek Cibeureum dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jenazah.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Kapolsek Cibeureum AKP Iwan Sujarwo membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Benar, kami menerima laporan penemuan mayat dan langsung menuju lokasi bersama Unit Identifikasi Satreskrim,” ujar AKP Iwan Sujarwo, Rabu siang.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan piring, sendok, dan sisa makanan di sekitar korban. Rumah juga diketahui dalam kondisi terkunci dari dalam dan tidak ditemukan tanda kehilangan barang.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit diabetes dan jantung. Di lokasi juga ditemukan obat-obatan penurun tekanan darah.

Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga pun menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *