Uncategorized

Program MBG Didorong Jadi Ruang Riset dan Pengabdian Kampus

×

Program MBG Didorong Jadi Ruang Riset dan Pengabdian Kampus

Sebarkan artikel ini
MBG
Ilustrasi : MBG

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak seluruh sivitas akademika perguruan tinggi untuk menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sarana pembelajaran langsung yang mampu mendorong tumbuhnya ekosistem riset, kajian, dan pengembangan pendidikan yang berkualitas.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyebut program MBG dapat dimanfaatkan sebagai ruang praktik nyata bagi kalangan kampus.

“MBG adalah laboratorium bagi kampus. Semua fakultas bisa terlibat dan mengambil peran sesuai bidangnya,” kata Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa program MBG hadir dilandasi kepedulian terhadap masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki akses terhadap pangan yang layak.

“Masih banyak saudara kita yang belum bisa makan dengan baik. Ini yang menjadi semangat utama Program MBG,” ujarnya.

Melalui program ini, BGN membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi pemikiran agar implementasi MBG dapat berjalan lebih optimal.

Salah satu kontribusi yang diharapkan adalah keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya dari bidang kesehatan.

Nanik juga mendorong partisipasi lintas sektor, termasuk BUMN melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), untuk mendukung pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia mencontohkan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai pionir dalam pendirian SPPG yang telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana pada Selasa (28/4).

Unhas dinilai menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam mengoptimalkan pelaksanaan program MBG.

“Kami berharap Unhas memelopori kampus-kampus lain agar MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Nanik.

Ia juga mengapresiasi kesiapan fasilitas serta sumber daya yang dimiliki Unhas, termasuk laboratorium yang dapat digunakan untuk mendukung proses investigasi apabila terjadi kejadian luar biasa dalam pelaksanaan program.

“Kami bahkan berharap laboratorium Unhas bisa membantu pengecekan jika terjadi kejadian menonjol keamanan pangan,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program MBG sebagai bagian dari upaya meningkatkan gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Jamaluddin menilai MBG bukan sekadar program sektoral, melainkan agenda besar yang melibatkan berbagai disiplin ilmu di lingkungan kampus.

“Bagi Unhas, MBG itu bukan hanya program satu fakultas, melainkan seluruh fakultas harus terlibat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa MBG merupakan program strategis yang dapat dimanfaatkan kampus untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“MBG adalah program yang dahsyat, sayang sekali kalau kampus hanya menjadi penonton,” kata Rektor Jamaluddin Jompa. (Rifqi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *