Politik dan Pemerintahan

Hari Perdana Jadi Plh Wali Kota, Diky Candra Pimpin Apel di Lapas Tasikmalaya

×

Hari Perdana Jadi Plh Wali Kota, Diky Candra Pimpin Apel di Lapas Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini
Diky Candra
Hari pertama menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra langsung memulai tugasnya dari tempat yang tak biasa. Bukan dari ruang rapat pemerintahan atau podium seremonial, melainkan dari balik tembok Lapas Kelas IIB Tasikmalaya

TASIKMALAYA — Hari pertama menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra langsung memulai tugasnya dari tempat yang tak biasa.

Bukan dari ruang rapat pemerintahan atau podium seremonial, melainkan dari balik tembok Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026).

Sejak pukul 07.30 WIB, Diky sudah berdiri sebagai pembina dalam Apel Pemasyarakatan Bersih dari Halinar (handphone ilegal, pungli, dan narkoba).

Momen itu menjadi penanda awal dirinya memegang kendali pemerintahan sementara, menggantikan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang tengah menunaikan ibadah haji.

Diky mengaku momen tersebut terasa spesial karena untuk pertama kalinya ia menjalankan tugas pokok sebagai Plh Wali Kota dari lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Ini spesial buat saya. Kedua kali diminta memimpin apel. Pertama di Kejaksaan Kota Tasik, sekarang di Lapas. Dan ini pertama kali saya menjalankan tupoksi sebagai Plh Wali Kota,” ujar Diky kepada wartawan usai apel.

Dalam arahannya, Diky tak hanya menekankan pentingnya penegakan aturan, tetapi juga menyampaikan pesan dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor.

Ia sempat menyinggung dukungan hiburan dari Kang Sule, Kang Kung hingga Subsi Dule untuk kegiatan pembinaan warga binaan.

Suasana apel pun sempat mencair ketika Diky bercanda soal hasil panen lele di lingkungan lapas.

“Lelenya benar-benar rasa lele, bukan rasa salem,” celetuknya yang langsung disambut tawa peserta apel.

Meski diselingi candaan, Diky tetap menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan di lingkungan lapas.

Ia menyoroti upaya pemberantasan handphone ilegal, narkoba, hingga praktik penipuan yang terus digencarkan jajaran pemasyarakatan.

Menurutnya, kehidupan tanpa aturan hanya akan melahirkan kekacauan. Karena itu, seluruh elemen di dalam lapas harus menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.

“Manusia tanpa aturan pasti berantakan. Jadi aturan soal kebersihan, kenyamanan, sampai penertiban HP ilegal dan narkoba harus dijalankan,” tegasnya.

Diky juga mengapresiasi kondisi Lapas Kelas IIB Tasikmalaya yang tetap terjaga meski dihuni lebih dari kapasitas ideal.

Dengan jumlah warga binaan mencapai lebih dari 400 orang, menurutnya kondisi tersebut bukan hal mudah untuk dikelola.

Namun demikian, ia menilai pihak lapas tetap mampu menjaga kekompakan serta menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Walaupun overload, tapi kebersihan dan kenyamanan di sini tetap luar biasa. Itu bukti aturan tetap berjalan meski kondisi tidak ideal,” tambahnya.

Usai menghadiri kegiatan di lapas, agenda Diky sebagai Plh Wali Kota berlanjut ke Kampus 2 Universitas Siliwangi sekitar pukul 10.00 WIB untuk membuka kegiatan Pemberian RPC QRIS UTHM 2026 di Gedung Rektorat.

Di hari pertamanya memimpin Kota Tasikmalaya, Diky Candra seolah ingin mengirim pesan simbolis bahwa membenahi kota tak cukup hanya dari meja birokrasi, tetapi juga harus menyentuh ruang-ruang yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.

Poto : Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra saat pimpin apel di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya (Istimewa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *