JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan pentingnya kontribusi konsumen dalam meningkatkan daya saing produk lokal Indonesia.
“Salah satu peran konsumen itu adalah bagaimana kita menggunakan produksi dalam negeri dengan baik, tapi dengan syarat, dengan syarat adalah produksinya atau produknya mempunyai daya saing,” kata Budi di sela perayaan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2026 di Jakarta, Minggu.
“Nah siapa yang bisa menjadikan produk ini mempunyai daya saing? Ya salah satunya konsumen, karena konsumen ini yang mengontrol, baik produk maupun jasa, semua bisa dikontrol oleh konsumen,” ujar dia menambahkan.
Menurut Budi, konsumen yang cerdas akan mendorong produsen lokal untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Dengan demikian, produk dalam negeri diharapkan mampu bersaing dan mengurangi derasnya produk impor yang masuk ke pasar Indonesia.
“Kalau konsumen ini sudah mengerti mana yang produk bagus, mana yang tidak, maka otomatis produsen itu akan dikontrol untuk melakukan atau memproduksi produk yang punya daya saing. Kalau produk sudah punya daya saing, berarti, ya, kita bisa menahan laju impor,” katanya.
Pria yang akrab disapa Busan itu juga menyampaikan bahwa perlindungan terhadap konsumen perlu berjalan seiring dengan perlindungan bagi produsen lokal agar ekosistem perdagangan nasional dapat tumbuh secara sehat.
“Kita terus berkolaborasi dengan stakeholder terkait dan juga pelaku usaha. Kita kalau untuk melindungi konsumen, kita juga tidak bisa meninggalkan produsen, karena kita harus jalan bersama, kita tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Budi.
Karena itu, ia menilai diperlukan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, untuk menjaga dan memperkuat ekosistem perdagangan tersebut.
“Kalau produsen itu bisa memberikan layanan yang baik, bisa memberikan produk yang baik, pasti dia akan semakin bagus. Ketika kita mempunyai daya saing, yang diuntungkan juga produsen, tidak hanya konsumen. Jadi dua-duanya berjalan, perlunya kolaborasi antara produsen, konsumen, dan semua institusi yang terkait,” katanya. (Rifqi)




