Daerah

Program MBG di Karawang Tak Hanya Perkuat Gizi Siswa, tapi Juga Buka Lapangan Kerja Baru

×

Program MBG di Karawang Tak Hanya Perkuat Gizi Siswa, tapi Juga Buka Lapangan Kerja Baru

Sebarkan artikel ini
Petugas dapur di salah satu SPPG di Kabupaten KArawang sedang bekerja
Petugas dapur di salah satu SPPG di Kabupaten KArawang sedang bekerja

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa sekolah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Hal ini dirasakan langsung oleh warga Desa Sarijaya, Kecamatan Majalaya, Karawang, Jawa Barat, yang kini turut diberdayakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

‎Salah satunya adalah Rasidi (48), warga setempat yang kini bekerja sebagai driver pendistribusian MBG di SPPG Polres Karawang. Sudah tiga bulan ia rutin mengantarkan ratusan paket makanan bergizi ke sejumlah sekolah setiap harinya.

‎Sebelum bekerja di SPPG, Rasidi mengaku bertahun-tahun hanya bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap. Ia pun sempat ragu melamar karena hanya lulusan SMP dan usianya sudah tak muda lagi. Namun, setelah mengetahui bahwa SPPG tidak mensyaratkan ijazah dan tidak memiliki batas usia, ia memberanikan diri mendaftar dan akhirnya diterima.

‎Kini, Rasidi mendapatkan penghasilan tetap Rp120 ribu per hari, atau minimal Rp2,1 juta per bulan. Setiap hari ia mengantarkan paket makanan ke enam titik sekolah di wilayah Sarijaya. Rasidi mengaku terharu melihat antusiasme anak-anak saat mobil pembawa MBG tiba di sekolah.

‎“Anak-anak selalu semangat. Rasanya ikut bahagia bisa membantu,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala SPPG Sarijaya Polres Karawang, Sumarga Mulianto Putra, menyampaikan bahwa terdapat 41 relawan yang diberdayakan di SPPG tersebut. Mereka terbagi ke dalam tujuh divisi, mulai dari persiapan, memasak, pembersihan, pendistribusian, sekuriti, petugas kebersihan, hingga administrasi gudang.

‎” SPPG Sarijaya menyalurkan makanan bergizi ke 13 titik penerima, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga posyandu. Seluruh relawan yang bekerja merupakan warga sekitar, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal,”kata Sumarga .

‎Selain itu, SPPG juga menerapkan standar ketat dalam proses pengolahan makanan. Mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas hingga proses sterilisasi yang diawasi langsung oleh tenaga ahli untuk memastikan kandungan gizi dan kebersihan makanan tetap terjaga.

‎Program MBG diharapkan terus berjalan karena terbukti bermanfaat, bukan hanya bagi siswa penerima, tetapi juga bagi masyarakat yang kini mendapat kesempatan bekerja dan meningkatkan penghasilan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *