Daerah

Mapag Dangiang Tembong Agung, Tradisi Adat Darmaraja Terus Dilestarikan

63
×

Mapag Dangiang Tembong Agung, Tradisi Adat Darmaraja Terus Dilestarikan

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima audiensi Paguyuban Masyarakat Adat Darmaraja (Madara)
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima audiensi Paguyuban Masyarakat Adat Darmaraja (Madara)

Tradisi adat Mapag Dangiang Tembong Agung kembali akan digelar masyarakat Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual warisan leluhur. Kegiatan adat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2–4 April 2026 di wilayah Darmaraja.

Rencana pelaksanaan tradisi tersebut dibahas dalam audiensi Paguyuban Masyarakat Adat Darmaraja (Madara) bersama Paguyuban Seniman dan Budayawan Sumedang (PSBS) Kecamatan Darmaraja dengan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, di Ruang Tamu Bupati, Rabu (28/1/2026).

Mapag Dangiang Tembong Agung merupakan ritual adat yang sarat makna spiritual, sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus bentuk penghormatan terhadap leluhur dan alam. Tradisi ini telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Darmaraja dan menjadi simbol keseimbangan hubungan manusia dengan lingkungan.

Selain nilai spiritual, Mapag Dangiang Tembong Agung juga berperan penting dalam memperkuat identitas budaya lokal. Tradisi ini menjadi media pewarisan nilai adat kepada generasi muda, agar kesadaran sejarah dan jati diri budaya tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Pelaksanaan Mapag Dangiang juga diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya daerah, mendorong tumbuhnya kreativitas seni masyarakat, serta berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Sumedang.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik rencana pelaksanaan tradisi tersebut. Ia mengapresiasi komitmen masyarakat adat, seniman, dan budayawan Darmaraja yang terus menjaga warisan budaya leluhur.

“Tradisi seperti Mapag Dangiang ini sangat penting untuk terus dilestarikan. Di dalamnya ada nilai, filosofi, dan kearifan lokal yang harus dikenalkan kepada generasi muda,” ujar Bupati Dony.

Ia berharap Mapag Dangiang Tembong Agung dapat terlaksana dengan baik dan menjadi contoh bagaimana tradisi adat mampu tetap hidup, berkembang, serta memberi manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat Sumedang.