SUMEDANG – Ratusan pelajar memadati Aula SMA Negeri Jatinunggal, Kamis (16/4), dalam kegiatan pendidikan politik yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Forum ini menjadi panggung edukasi penting bagi generasi muda, terutama pemilih pemula, agar tidak memandang politik hanya sebatas pemilu, tetapi sebagai bagian dari kehidupan bernegara dan tanggung jawab kebangsaan.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila tampil membawakan materi dengan gaya santai dan interaktif. Di hadapan para siswa, ia menekankan bahwa masa depan demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pilihan generasi muda hari ini.
“Politik itu bagaimana cara kita bernegara dan memilih pemimpin secara bijak. Jangan ikut-ikutan tren, tapi harus kritis dan memahami visi-misi calon pemimpin,” tegas Fajar.
Menurutnya, generasi Z memiliki posisi strategis dalam menentukan arah bangsa, sehingga kesadaran politik sejak dini menjadi bekal penting agar tidak mudah terjebak arus populisme maupun disinformasi.
Tak hanya soal politik elektoral, Fajar juga mengingatkan para pelajar untuk fokus pada pendidikan dan masa depan, termasuk tidak tergesa-gesa mengambil keputusan besar dalam hidup.
Pesan lain yang mendapat perhatian siswa adalah soal penggunaan media sosial. Fajar mengingatkan bahwa ruang digital bisa menjadi alat pemberdayaan, tetapi juga dapat menyesatkan bila tidak digunakan secara bijak.
“Kalian generasi paling kreatif, tapi juga harus hati-hati. Gunakan media sosial dengan cerdas,” pesannya.
Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Sumedang Asep Rahmat Hidayat menjelaskan, pendidikan politik ini merupakan agenda berkelanjutan yang digelar setiap bulan dengan sasaran utama generasi muda.
Menurutnya, tujuan utama program ini adalah memperkuat pemahaman politik, menanamkan nilai kebangsaan, dan mendorong lahirnya pemilih pemula yang rasional serta bertanggung jawab.
“Kita ingin bonus demografi melahirkan generasi yang cerdas secara politik dan kuat secara ideologi kebangsaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri Jatinunggal Apid mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, meski berada di wilayah pinggiran, sekolah yang dipimpinnya terus mencatatkan prestasi, termasuk banyak siswa yang lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi politik untuk Gen Z kini menjadi arena penting dalam menjaga kualitas demokrasi lokal sekaligus mempersiapkan bonus demografi menuju Indonesia Emas.






