Politik dan Pemerintahan

Ferry Juliantono Ubah Strategi Kemenkop, Sasar Milenial dan Gen Z

65
×

Ferry Juliantono Ubah Strategi Kemenkop, Sasar Milenial dan Gen Z

Sebarkan artikel ini
Menkop Menkop Ferry Juliantono Membahas Progres Koperasi Merah Putih Bersama Pengurus JMSI
Menkop Menkop Ferry Juliantono Membahas Progres Koperasi Merah Putih Bersama Pengurus JMSI

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah melakukan perubahan strategi besar, khususnya dalam pola komunikasi publik, agar lebih menjangkau kalangan Milenial dan Generasi Z.

Hal tersebut disampaikan Ferry saat menerima kunjungan Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

“Di tahun 2026 ini kami melakukan beberapa perubahan strategi. Salah satunya adalah mengubah strategi komunikasi agar lebih menyasar Milenial dan Gen Z,” ujar Ferry Juliantono .

Menurut Ferry, generasi muda memiliki potensi besar menjadi pelaku ekonomi masa depan melalui koperasi. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dirancang sebagai instrumen peningkatan produktivitas nasional sekaligus penyerap tenaga kerja dalam skala besar.

Selain komunikasi, Kemenkop juga mempercepat transformasi digital koperasi. Ferry mengakui selama ini data koperasi masih bersifat statis dan belum terintegrasi secara komprehensif.

“Kita ingin data koperasi lebih utuh, tidak hanya laporan RAT, tapi juga aktivitas ekonomi koperasi desa dan kelurahan secara real time,” jelasnya.

Kemenkop juga membenahi kelembagaan internal, termasuk penambahan sekitar 800 pegawai serta peningkatan status kementerian menjadi Kelompok II. Di sisi regulasi, pemerintah tengah memfinalisasi Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Sistem Perkoperasian Nasional sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992.

Tak hanya itu, Ferry Juliantono mengungkapkan rencana pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) pendidikan koperasi bekerja sama dengan Ikopin University, serta integrasi kurikulum koperasi dan ekonomi Pancasila di perguruan tinggi melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Kami ingin mencetak kader koperasi yang fresh, modern, dan relevan dengan zaman,” tegasnya.

Ferry Juliantono juga memaparkan progres pembangunan fisik Koperasi Merah Putih. Hingga kini, tercatat 47 ribu titik lahan siap bangun, dengan 27 ribu gerai dan fasilitas sedang dalam proses pembangunan.

“Target kami, akhir 2026 sebanyak 80 ribu gerai, gudang, dan perlengkapan Koperasi Merah Putih rampung dan siap beroperasi,” kata Ferry.

Ia menegaskan Koperasi Merah Putih akan menjadi instrumen ekonomi baru yang menjadikan masyarakat desa dan kelurahan bukan hanya penerima manfaat, tetapi pelaku utama ekonomi nasional.

Sementara itu, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Kemenkop dalam mengembalikan praktik ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi.

“Kami siap mendukung kerja besar Kementerian Koperasi, khususnya dalam menyukseskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Teguh.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus Pusat JMSI dan berlangsung di ruang rapat lantai 8 Kantor Kementerian Koperasi.