Politik dan Pemerintahan

Bupati Sumedang Perkuat Peran Pendamping Program Keluarga Harapan

15
×

Bupati Sumedang Perkuat Peran Pendamping Program Keluarga Harapan

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumedang
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dorong Penguatan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)

SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menjadi keynote speaker dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumedang yang digelar di Aula Tampomas Setda, Kamis (16/4/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat peran pendamping dan pelaksana program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Acara diikuti oleh para koordinator, pendamping PKH, serta pemangku kepentingan terkait dengan penuh antusias.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa posisi pendamping PKH sangat strategis bagi pemerintah dan negara dalam mewujudkan tujuan bernegara, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, SDM PKH merupakan salah satu instrumen penting karena para pendamping hadir langsung berhadapan dengan keluarga penerima manfaat yang berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu.

“Tujuan kita bernegara adalah mensejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Instrumen untuk mewujudkan itu di antaranya adalah SDM PKH, karena para pendamping hadir langsung berhadapan dengan penerima program yang notabene masyarakat kurang beruntung,” ujarnya.

Bupati menambahkan, sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan penerima manfaat, para pendamping PKH memiliki peran menentukan dalam keberhasilan program. Oleh karena itu, seluruh langkah dan kegiatan yang dilakukan harus berorientasi pada pencapaian tujuan yang jelas.

“Semua harus dimulai dari tujuan. Jika sudah memahami tujuan, maka setiap yang kita lakukan harus berdampak pada pencapaian tujuan tersebut,” kata Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan bagi SDM PKH, khususnya dalam mengukur dampak dari pendampingan yang telah dilakukan. Menurutnya, indikator keberhasilan harus jelas dan didukung oleh data yang akurat.
“Harus jelas indikator keberhasilan keberadaan kita, dan jika sudah berhasil harus ditunjang dengan data by name by address,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati mendorong agar SDM PKH terus meningkatkan kemampuan, keilmuan, serta kapasitas diri. Selain menambah pengetahuan, para pendamping juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan metode baru dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Setelah pengetahuan bertambah, harus diikuti dengan inovasi atau cara-cara baru untuk mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki pelaksanaan tugas kita,” tuturnya.

Di akhir arahannya, Bupati menekankan bahwa SDM PKH harus memiliki dua kriteria utama, yakni kompetensi dan kolaborasi. Kompetensi mencakup empat dimensi, yaitu pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan integritas. Sementara itu, kolaborasi diwujudkan melalui kerja sama dengan berbagai perangkat daerah maupun lembaga lainnya guna memperkuat efektivitas program.

“Orang disebut kompeten ketika memiliki pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan integritas. Sedangkan kolaborasi adalah melakukan kerja sama dengan berbagai dinas atau lembaga lain,” pungkasnya.