Daerah

Kuota Haji Kota Tasik Melonjak Tajam, PPIHD Pastikan Layanan Tetap Optimal

13
×

Kuota Haji Kota Tasik Melonjak Tajam, PPIHD Pastikan Layanan Tetap Optimal

Sebarkan artikel ini
Jamaah Haji
Suasana pelepasan jemaah di Masjid Agung Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Kuota jemaah haji Kota Tasikmalaya tahun 2026 mengalami lonjakan signifikan. Dari proyeksi awal sekitar 700 orang, jumlah jemaah secara mengejutkan meningkat tajam menjadi 1.348 orang.

Kenaikan drastis ini memicu dinamika baru, terutama dalam hal penyesuaian anggaran dan kesiapan layanan bagi para calon jemaah.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin, mengakui pihaknya sempat kewalahan menghadapi lonjakan tersebut.

“Awalnya kami merencanakan sekitar 700 jemaah, namun tiba-tiba kuota menjadi 1.348. Ini tentu cukup mengejutkan. Meski begitu, komitmen pemerintah daerah jelas: jangan sampai jemaah terbebani,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ditemui usai acara pelepasan jemaah di Masjid Agung Tasikmalaya, Nurul menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi penyelenggaraan ibadah haji, khususnya pada aspek layanan di dalam negeri, sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan layanan non-haji kini sepenuhnya ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi para jemaah, yang sebelumnya masih harus menanggung sebagian biaya tambahan.

“Sekarang semua ditanggung APBD. Dulu masih ada iuran untuk biaya non-haji, namun kini sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Untuk menunjang kelancaran perjalanan, berbagai fasilitas telah disiapkan. Mulai dari armada bus, konsumsi dua kali makan, makanan ringan, hingga penyediaan titik-titik istirahat selama perjalanan menuju embarkasi.

Meski demikian, sejumlah keterbatasan masih menjadi perhatian, salah satunya fasilitas rest area di ruas Tol Cisumdawu yang dinilai belum sepenuhnya ideal untuk menampung kebutuhan jemaah dalam jumlah besar.

“Yang terpenting tersedia masjid dan toilet. Memang belum sempurna, tetapi tetap kami optimalkan,” ujarnya.

Dengan lonjakan kuota yang signifikan ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya dituntut untuk terus adaptif dan responsif dalam memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.

“Di tengah berbagai keterbatasan, komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik tanpa membebani jemaah. Itu yang menjadi prioritas utama,” pungkasnya.