Daerah

Banjir Rancabolang-Derwati Belum Surut, 800 Terdampak

11
×

Banjir Rancabolang-Derwati Belum Surut, 800 Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir Rancabolang
Jalan dan Rumah Warga Terendam Banjir di Rancabolang Bandung Jawa Barat

BANDUNG – Banjir yang melanda kawasan Rancabolang dan Derwati, Kota Bandung, belum sepenuhnya surut. Hingga Jumat (17/4/2026), genangan air masih mengepung empat RW dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter.

Sekitar 800 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Pemerintah Kota Bandung pun masih berjibaku melakukan penanganan darurat di lapangan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

“Masih ada genangan di empat RW. Kita fokus pada penanganan darurat, termasuk logistik dan layanan kesehatan,” ujarnya di Balai Kota Bandung.

Farhan mengungkapkan, persoalan utama banjir bukan sekadar curah hujan tinggi, melainkan sistem aliran air yang saling terkunci antara Sungai Cinambo dan Sungai Citarum.

Menurutnya, ketika Sungai Citarum meluap, aliran dari Sungai Cinambo otomatis tertahan sehingga air melimpas ke permukiman warga.

“Cinambo bermuara ke Citarum. Saat Citarum banjir, aliran dari Cinambo tidak bisa mengalir,” jelasnya.

Upaya penyedotan air juga tidak berjalan optimal. Infrastruktur terbatas membuat pemompaan menuju Sungai Cipamokolan sebagai jalur alternatif menjadi tidak maksimal.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Bandung mengerahkan berbagai langkah darurat. Dapur umum didirikan, perahu karet disiagakan, dan layanan kesehatan dibuka melalui puskesmas setempat.

Distribusi bantuan makanan dilakukan secara rutin untuk memastikan warga tetap terpenuhi kebutuhannya. Program Makan Bergizi Gratis juga ikut menopang kebutuhan pangan warga dan pelajar terdampak.

Banjir yang belum surut ini kembali menegaskan persoalan klasik Bandung: sistem drainase yang bergantung pada kondisi sungai utama. Tanpa solusi menyeluruh, ancaman banjir serupa dipastikan akan terus berulang.