BANDUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menetapkan status Siaga untuk wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, pada Senin (13/4/2026), menyusul potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada masa pancaroba.
Peringatan dini itu terutama berlaku pada rentang siang hingga menjelang malam, pukul 13.00–18.00 WIB, saat atmosfer berada dalam kondisi labil dan memicu pertumbuhan awan konvektif secara cepat.
BMKG menjelaskan hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat. Pemicu utamanya adalah kombinasi gelombang atmosfer aktif, masa peralihan musim, serta pemanasan kuat pada siang hari.
Di lapangan, sejumlah titik di Bandung Raya mulai terdampak.
Kawasan Sapan, Kabupaten Bandung, dilaporkan mengalami genangan sejak pagi akibat sisa hujan semalam dan buruknya aliran drainase.
Sementara di Kampung Bolero Dayeuhkolot, Cijagra, dan Cigebar Bojongsoang, banjir dilaporkan masih bertahan sejak sehari sebelumnya. Hujan disertaiangin kencang terjadi di Balendah sore-hingga malam tadi.
Dampak cuaca ekstrem juga memukul arus lalu lintas.
Jalur Baleendah–Dayeuhkolot dan Baleendah-Bojongsoang di daerah Cijagra dilaporkan sempat terputus, sedangkan ruas Sapan–Ciwastra mengalami kemacetan panjang akibat genangan menjelang jembatan tol.
Selain banjir, ancaman pohon tumbang dan robohnya papan reklame juga menjadi perhatian.
Beberapa titik jalan utama di Kota Bandung dilaporkan sudah mengalami pohon tumbang akibat angin kencang, sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Kondisi ini menjadi alarm bahwa Bandung Raya sedang berada di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kerentanan infrastruktur drainase.
Warga yang tinggal di wilayah rendah dan saepanjang pinggir Sungai Citarum seperti Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah diminta siaga evakuasi mandiri bila hujan berlangsung lebih dari dua jam.
BMKG mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, memastikan kondisi kendaraan prima, serta segera menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi pohon tumbang atau kecelakaan akibat cuaca buruk.
Dengan pola atmosfer yang masih aktif hingga malam, potensi banjir susulan dan gangguan mobilitas di Bandung Raya diperkirakan masih tinggi.








