BIRMINGHAM – Catatan kemenangan sempurna Manchester City resmi terhenti setelah takluk 1-2 dari Aston Villa di Villa Park pada lanjutan pekan kedelapan Premier League. Aston Villa vs Manchester City ini menjadi panggung kekalahan pertama The Citizens musim ini, meski mereka mendominasi 63 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan.
Sektor defensif menjadi titik lemah terbesar City dalam laga ini. Kekalahan pertama Manchester City berawal dari blunder fatal Marc Guehi pada menit keenam. Gagal mengendalikan bola dengan sempurna di area pertahanan, bola direbut John McGinn yang langsung mengirim umpan matang kepada Nicolas Jackson untuk mencetak gol pembuka. Guehi pun langsung ditarik keluar saat turun minum.
Kerapuhan lini belakang berlanjut pada gol kedua Villa menit ke-60. Gianluigi Donnarumma gagal menghentikan tembakan mendatar Nicolas Jackson dengan sempurna, sehingga bola tetap bersarang ke pojok bawah gawang. Kekalahan pertama Manchester City tak lepas dari kesalahan individual para pemain belakang yang seharusnya menjadi tembok kokoh.
Meskipun mencatatkan tujuh tembakan tepat sasaran berbanding hanya dua milik Aston Villa, lini serang City tampil frustrasi. Pasukan Maresca terlalu banyak memutar bola di area luar penalti tanpa penyelesaian klinis. Hanya sundulan Erling Haaland pada menit ke-52 yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Kegagalan City menambah gol tak lepas dari performa gemilang kiper Aston Villa, Zion Suzuki. Kiper asal Jepang itu melakukan enam penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Rayan Cherki dan Abdukodir Khusanov. Aston Villa vs Manchester City pun menjadi panggung bagi Suzuki yang tampil luar biasa di bawah mistar.
Enzo Maresca mengakui skema pressing tinggi anak asuhnya kerap terlambat satu hingga dua detik dalam memotong aliran bola. Ketika pressing gagal, Villa yang dihuni pemain cepat langsung mengeksploitasi ruang kosong lewat serangan balik kilat. Kekalahan pertama Manchester City ini membuat mereka tertahan dengan 21 poin dan posisinya kini disamai Arsenal yang menang di hari yang sama. Aston Villa vs Manchester City menjadi pelajaran pahit: dominasi penguasaan bola tak berarti apa-apa tanpa ketajaman dan ketenangan di lini belakang.




