LIVERPOOL – Liverpool sukses membungkam Brighton & Hove Albion dengan skor 2-0 pada matchday kedelapan Premier League 2026/2027 di Stadion Anfield, Minggu (25/10/2026). Kemenangan ini menjadi momen penting bagi pasukan Andoni Iraola yang mengusung misi wajib menang demi memutus tren negatif di kandang.
Menghadapi Brighton yang datang dengan rekor mentereng empat kemenangan beruntun, Liverpool langsung menekan sejak peluit pertama. Kehadiran kuartet lini serang mewah The Reds—Alexander Isak, Bradley Barcola, Florian Wirtz, dan Cody Gakpo—akhirnya menunjukkan koneksi magis yang selama ini dinanti suporter. Liverpool vs Brighton Premier League pun berjalan sesuai skenario tuan rumah.
Pertandingan baru berjalan 17 menit ketika kemelut memecah kebuntuan. Tembakan keras Wirtz dari luar kotak penalti membentur Pascal Groß, mengubah arah bola secara ekstrem, dan memaksa kiper Bart Verbruggen mati langkah. Anfield bergemuruh, Liverpool memimpin 1-0 berkat gol bunuh diri tersebut.
Belum sempat Brighton menata organisasi pertahanan, sengatan kilat kembali terjadi empat menit berselang. Bradley Barcola menyisir sisi sayap dan melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan lawan. Alexander Isak gol kemenangan pun tercipta melalui sontekan dingin yang mengubah skor menjadi 2-0.
Memasuki babak kedua, pelatih Brighton Fabian Hurzeler menginstruksikan anak asuhnya bermain keluar dan menyerang total. Brighton mendominasi penguasaan bola hingga 64 persen dan berkali-kali mengancam, termasuk peluang emas Yasin Ayari yang membentur tiang gawang. Namun, tembok pertahanan kokoh yang digalang Virgil van Dijk dan Ronald Araujo tampil luar biasa.
Berbagai tekel bersih dari Araujo bahkan mendapat sambutan meriah bak gol dari publik Anfield. Hingga laga usai, papan skor tetap tidak berubah. Kemenangan ini resmi mengakhiri catatan buruk lima laga beruntun tanpa kemenangan bagi Liverpool di kandang sendiri di kompetisi Premier League.
Hasil ini juga menandai kemenangan Premier League pertama Andoni Iraola di Stadion Anfield sepanjang karier manajerialnya. Meskipun Brighton mendominasi dengan 64 persen penguasaan bola dan 16 tembakan, efektivitas taktik counter-press Liverpool terbukti jauh lebih mematikan. Liverpool vs Brighton Premier League juga menjadi momen perdana investasi masif pada trio penyerang baru benar-benar cair dan menghasilkan kontribusi gol krusial secara bersamaan. Alexander Isak gol kemenangan menegaskan bahwa lini depan senilai ratusan juta pounds itu akhirnya menyatu.




