Daerah

SABUMI Jadi Senjata Pemkab Sukabumi Tekan Inflasi

×

SABUMI Jadi Senjata Pemkab Sukabumi Tekan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana,
Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana,

SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggulirkan Program Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi (SABUMI) sebagai langkah cepat menahan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana, menjelaskan SABUMI merupakan turunan dari program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dirancang sebagai intervensi ketika harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik.

“Ketika harga di pasaran mulai mendekati atau melewati HET, program SABUMI langsung hadir di tengah masyarakat,” ujar Yana, Selasa (24/2/2026).

Ia menegaskan, SABUMI bukan sekadar operasi pasar biasa. Program ini disiapkan sebagai benteng pengendali inflasi daerah sekaligus solusi konkret agar warga bisa membeli sembako di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Beragam komoditas disediakan, mulai dari beras SPHP, terigu, gula pasir, minyak goreng, bawang putih, telur, gula semut hingga beras merah dan hitam. Seluruhnya dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran.

Minyak goreng, misalnya, dilepas Rp31 ribu per 2 liter atau sekitar Rp15.700 per liter. Gula pasir dan terigu juga dibanderol lebih murah dari HET.

Antusiasme warga terlihat saat SABUMI hadir di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng. Sebanyak 400 liter minyak goreng ludes dalam waktu singkat.

Dalam satu kali operasi, volume yang dibawa pun cukup besar: minyak goreng 400 liter, beras SPHP 5 kuintal, bawang putih 200 kilogram, gula pasir 200 kilogram, serta komoditas lain rata-rata 200 kilogram per jenis.

Selama Ramadan, Pemkab Sukabumi menargetkan 20 kali pelayanan. Sepuluh titik terintegrasi dengan rangkaian Muhibah Ramadan, sementara 10 lainnya langsung menyasar desa berdasarkan permohonan.

Kini tersedia dua unit mobil operasional SABUMI yang siap menjangkau wilayah terpencil. Yana memastikan program ini tidak berhenti setelah Ramadan.

“Sabumi tidak berakhir di bulan Ramadan. Insyaallah akan terus kami lanjutkan,” tegasnya.

Pemerintah desa yang ingin menghadirkan SABUMI cukup mengajukan permohonan melalui WhatsApp untuk dijadwalkan distribusinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *