SUMEDANG – Lima warga Kabupaten Sumedang yang sempat terlantar saat bekerja di Kabupaten Yahukimo, Papua, akhirnya kembali ke kampung halaman.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika di Pos Pelayanan Terpadu Polres Sumedang, kawasan Terminal Ciakar, Jumat (13/3) malam.
Dony Ahmad Munir mengungkapkan rasa syukur karena kelima warga tersebut dapat kembali ke Sumedang dalam keadaan selamat setelah sebelumnya mengalami kesulitan saat bekerja di Papua.
“Alhamdulillah malam hari ini kami menerima kedatangan lima warga Sumedang yang sempat terlantar di Yahukimo, Papua. Sekarang mereka sudah sampai di Sumedang,” kata Dony.
Ia menjelaskan, kepulangan para warga tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk bantuan dari Gubernur Jawa Barat, serta koordinasi Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama aparat kepolisian dan Dinas Kesehatan.
Menurut Dony, kelima warga tersebut sebelumnya berangkat ke Papua setelah mendapat tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar. Mereka dijanjikan bekerja di wilayah perkotaan, namun setelah tiba justru ditinggalkan oleh pihak yang merekrut mereka.
“Mereka sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan di Sumedang. Karena sedang tidak ada pekerjaan, mereka tergiur tawaran kerja dengan upah besar. Ternyata setelah sampai di sana justru ditinggalkan,” ujarnya.
Setibanya di Sumedang, kelima warga tersebut langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Dinas Kesehatan. Hal ini dilakukan karena selama berada di Papua mereka mengalami berbagai kesulitan, bahkan salah satu di antaranya sempat terserang Malaria.
“Sekarang mereka sudah kembali dan kondisinya baik. Setelah pemeriksaan kesehatan, mereka akan diantar ke rumah masing-masing agar bisa berkumpul dengan keluarga dan menjalankan puasa serta Lebaran bersama,” jelas Dony.
Ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dari pihak yang tidak dikenal, terutama yang menjanjikan pekerjaan di luar daerah dengan imbalan besar.
“Kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap calo yang menawarkan pekerjaan di luar daerah. Jika ada penawaran mencurigakan, sebaiknya dilaporkan kepada pihak kepolisian agar dapat dicek kebenarannya,” ujarnya.
Menurut Sandityo, kasus serupa kemungkinan masih terjadi di berbagai daerah, namun tidak semuanya terungkap ke publik.
“Yang ini diketahui karena sempat viral. Bisa saja ada kejadian lain yang tidak terungkap. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati,” katanya.
Ke depan, pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang juga akan berupaya membantu mencarikan pekerjaan bagi kelima warga tersebut di wilayah Sumedang agar tidak perlu kembali bekerja jauh ke luar daerah.








