Daerah

24 Tahun Menabung, Penjual Bubur di Tasikmalaya Naik Haji

32
×

24 Tahun Menabung, Penjual Bubur di Tasikmalaya Naik Haji

Sebarkan artikel ini
Tukang Bubur
Pasangan Penjual Bubur di Tasikmalaya Bisa Naik Haji Tahun Ini

TASIKMALAYA – Perjuangan panjang pasangan suami istri asal Kota Tasikmalaya, Karim (55) dan Edoh (52), berbuah manis. Penjual bubur ayam keliling ini akhirnya mewujudkan mimpi besar mereka menunaikan ibadah haji pada tahun 2026, setelah konsisten menabung selama 24 tahun.

​Warga Kampung Cimerak, Kecamatan Purbaratu ini tergabung dalam Kloter 04 KJT dan resmi diberangkatkan ke Tanah Suci pada Kamis (23/4).

Keberangkatan pasangan ini adalah buah dari kesabaran yang luar biasa. Sejak tahun 2002, saat masih tinggal di kontrakan berbilik bambu dengan sewa Rp30 ribu per bulan, mereka sudah membulatkan tekad untuk berhaji.

​Kala itu, Karim bekerja sebagai penjual cilok keliling, sementara Edoh membantu ekonomi keluarga sebagai pembantu rumah tangga. Meski penghasilan tak menentu, mereka disiplin menyisihkan uang antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu setiap harinya ke dalam tabungan haji.

​“Alhamdulillah, cita-cita dari dulu ingin naik haji, sekarang terkabul,” ujar Edoh dengan nada haru.

​Titik balik ekonomi mereka terjadi pada 2013 saat beralih membuka usaha “Bubur Ayam Spesial Pak Karim”. Dengan harga Rp7 ribu hingga Rp10 ribu per porsi, Karim setiap hari berjalan kaki sejauh 5 kilometer mendorong gerobaknya, mulai dari pagi hingga malam hari.

​Dari keuntungan warung sederhana inilah, tabungan mereka melaju pesat. Mereka tercatat mulai menyetor uang muka haji sebesar Rp50 juta, kemudian mencicil secara bertahap hingga melunasi total biaya sebesar Rp62 juta.

​Bagi Edoh, perjalanan ini adalah pembuktian bahwa niat tulus akan menemukan jalannya. Dari masa merantau, hidup berpindah-pindah kontrakan, hingga membesarkan anak-anak sampai menikah, impian ke Tanah Suci tidak pernah padam.

​Kini, di usia senja, harapan mereka sangat sederhana: kekuatan fisik untuk menjalankan rukun haji dan kesehatan untuk kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

​“Saya ingin seperti orang lain bisa naik haji. Sekarang sudah dikabulkan oleh Gusti Allah,” pungkas Edoh.