Politik dan Pemerintahan

Muscab PPP Tasik, DPP Minta Konflik Pusat Tak Menular

12
×

Muscab PPP Tasik, DPP Minta Konflik Pusat Tak Menular

Sebarkan artikel ini
Muscab PPP
Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya berakhir tanpa keputusan final, Sabtu (18/4/2026). Forum yang digelar di Hotel Mandalawangi, Kecamatan Cipedes

TASIKMALAYA – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota dan Kabupaten Tasikmalaya di Hotel Mandalawangi, Sabtu (18/4/2026), menjadi cermin dinamika internal partai.

Forum yang seharusnya bersifat rutin itu justru mengemuka sebagai ruang terbuka bagi kader untuk membaca arah konsolidasi, sekaligus menguji soliditas di tengah gejolak internal di tingkat pusat.

Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan Amir Uskara, secara terbuka mengakui adanya kegelisahan kader akibat dinamika yang terjadi di tubuh Dewan Pimpinan Pusat.

Ia menyoroti beredarnya berbagai surat yang memicu spekulasi dan berpotensi menimbulkan tekanan politik, khususnya bagi anggota legislatif dari PPP.

“Jangan sampai kisruh pusat menjalar ke tingkat bawah. Fokus saja pada kerja-kerja kerakyatan. Urusan DPP, biarkan DPP yang menyelesaikan,” tegas Fauzan dalam sambutannya.

Menurutnya, kader di daerah harus tetap menjaga ritme kerja politik yang berpihak kepada masyarakat, tanpa terseret arus konflik internal yang belum selesai di pusat.

Fauzan juga mengingatkan anggota DPR dari PPP agar tidak terjebak dalam pusaran konflik, karena berisiko memunculkan tekanan politik lanjutan yang merugikan partai.

Di sisi lain, ia meluruskan polemik terkait legalitas kepengurusan dan pelaksanaan musyawarah di tingkat wilayah maupun cabang.

Ia memastikan seluruh proses telah berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta keputusan organisasi yang sah.

“Setelah SK keluar, selesai. Ketaatan itu kepada partai, bukan kepada personal,” tandasnya.

Muscab ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi bagi PPP di Tasikmalaya untuk tetap solid menghadapi agenda politik ke depan, di tengah dinamika yang masih bergulir di tingkat pusat.