KARAWANG — Kisah inspiratif datang dari pelepasan jemaah haji di Masjid Agung Al-Jihad Karawang, Jumat (24/4/2026). Seorang pemuda, Rian Ahmad Jaenudin (21), mencuri perhatian sebagai jemaah termuda dalam kelompok terbang (kloter) 4 JKS.
Di tengah ratusan jemaah yang bersiap berangkat, Rian tampil sederhana. Namun, perjalanan spiritualnya tidak biasa. Ia mengaku telah menanamkan niat berhaji sejak duduk di bangku kelas 3 SD, sekitar tahun 2014.
“Dari kecil memang sudah ingin sekali ke Tanah Suci. Alhamdulillah sekarang bisa berangkat,” ujarnya singkat, dengan wajah sumringah.
Perjalanan panjang itu tidak instan. Selama 12 tahun, Rian menabung secara konsisten. Ia juga mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang menyisihkan penghasilan dari usaha penggilingan padi di Karawang.
Hasilnya, mimpi yang dulu tampak jauh kini menjadi nyata.
Menariknya, Rian berangkat seorang diri tanpa pendamping keluarga. Orang tua dan keluarganya diketahui telah lebih dulu menunaikan ibadah haji.
“Orang tua sudah pernah haji, jadi sekarang giliran saya,” katanya.
Di balik kebahagiaan itu, Rian juga menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah. Ia menilai Karawang sudah saatnya memiliki asrama haji sendiri guna menunjang kelancaran pemberangkatan.
“Kalau ada asrama haji di Karawang, mungkin pemberangkatan bisa lebih tertib dan tidak bikin macet,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Karawang, Rojak, membenarkan bahwa Rian merupakan jemaah termuda di kloter tersebut dengan usia 21 tahun. Adapun jemaah tertua tercatat berusia 82 tahun.
Untuk kloter pertama ini, sebanyak 443 calon jemaah haji diberangkatkan dengan dukungan 4 petugas kloter dan 11 armada bus. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Karawang bersama jajaran.
Di tengah antrean panjang keberangkatan haji, kisah Rian menjadi pengingat: niat kuat yang ditanam sejak dini, ditambah konsistensi, mampu menembus batas waktu dan keadaan.








