Politik dan Pemerintahan

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Indonesia Berduka

36
×

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Indonesia Berduka

Sebarkan artikel ini
Kopral Rico Pramudya

JAKARTA — Duka kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Jumlah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon bertambah menjadi empat orang.

Pasukan penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pada Jumat (24/4) mengumumkan bahwa Kopral Rico Pramudya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.

Kopral Rico mengalami luka berat akibat ledakan proyektil yang menghantam pangkalan tempatnya bertugas di At Tiri–Al-Husairi pada 29 Maret 2026. Diduga Kopral Rico jadi korban proyektil tentara Israel.

Ia kemudian dirawat selama hampir satu bulan di rumah sakit di Beirut, Beirut, sebelum akhirnya dinyatakan gugur.

Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum, TNI, pemerintah, serta seluruh rakyat Indonesia. UNIFIL juga menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Sebelumnya, tiga prajurit TNI telah lebih dahulu gugur dalam serangan yang sama, yakni:

Kopda Anumerta Farisa Romadho (29 Maret 2026),

Mayor Infantri Anumerta Zumi Haditya Iskandar (30 Maret 2026),

Serka Anumerta Muhammad Nur Iwan (30 Maret 2026).

Ketiganya telah dimakamkan di Indonesia, dengan prosesi penghormatan yang turut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Peristiwa ini menegaskan besarnya pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Indonesia, sebagai salah satu kontributor utama pasukan perdamaian PBB, kembali menunjukkan komitmennya terhadap stabilitas global, meski harus membayar harga yang sangat mahal.

Di tengah situasi ini, berbagai pihak mendesak agar semua pihak yang terlibat konflik menghormati hukum humaniter internasional, serta menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang menjalankan mandat PBB.

Pengorbanan para prajurit TNI ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan bagi bangsa. Mereka gugur dalam tugas mulia—menjaga perdamaian dunia. (Sumber : MetroTV)