BANDUNG – Campak selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang anak-anak. Padahal, virus penyebab penyakit ini juga dapat menginfeksi orang dewasa.
Campak merupakan penyakit menular yang sangat mudah menyebar melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin, bahkan melalui partikel udara yang bertahan di ruang tertutup. Data epidemiologi menunjukkan sekitar 7 persen kasus campak terjadi pada kelompok usia di atas 15 tahun.
Masih banyak orang dewasa yang merasa dirinya kebal terhadap campak sehingga tidak terlalu memperhatikan risiko penularannya. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Orang yang belum pernah terkena campak atau tidak mendapatkan vaksinasi lengkap tetap memiliki peluang besar untuk terinfeksi virus tersebut.
Risiko penyakit bahkan dapat menjadi lebih serius ketika terjadi pada usia dewasa. Dalam banyak kasus, gejala campak pada orang dewasa cenderung lebih berat dan berlangsung lebih lama dibandingkan pada anak-anak.
Karena itu, pemahaman mengenai pencegahan campak pada kelompok usia dewasa menjadi semakin penting di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Langkah pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui vaksinasi. Orang dewasa dianjurkan mengetahui status kekebalan tubuhnya, terutama apakah telah menerima imunisasi yang memadai.
Vaksin yang digunakan adalah vaksin MMR, yang melindungi tubuh dari tiga penyakit sekaligus, yaitu campak, gondongan, dan rubella.
Fakta lain yang perlu diketahui adalah bahwa campak tidak hanya menyerang balita, tetapi bisa menginfeksi siapa saja yang tidak memiliki kekebalan. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90 persen orang yang tidak divaksinasi akan tertular jika berada dalam satu ruangan dengan penderita campak.
Kelompok usia tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak serius akibat infeksi ini. Penyakit campak diketahui lebih berat pada anak di bawah usia lima tahun serta orang dewasa di atas 20 tahun. Pada kelompok dewasa, gejala yang muncul sering kali lebih kompleks dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
Walaupun sebagian besar penderita dapat sembuh, campak juga dapat menimbulkan komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi telinga, diare berat, pneumonia atau infeksi paru-paru, hingga ensefalitis, yaitu peradangan otak yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran bahkan kerusakan otak permanen.
Orang dewasa dalam kondisi tertentu dianjurkan untuk menerima vaksinasi ulang campak melalui vaksin MMR. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang tidak memiliki bukti kekebalan, baik berupa catatan vaksinasi, bukti laboratorium, maupun riwayat penyakit yang telah terkonfirmasi secara medis. Secara umum, individu yang lahir sebelum tahun 1957 dianggap telah memiliki kekebalan alami, kecuali tenaga kesehatan tanpa bukti imunisasi.
Beberapa kelompok berisiko tinggi bahkan direkomendasikan menerima dua dosis vaksin MMR. Kelompok tersebut meliputi pelancong internasional yang akan berkunjung ke negara dengan tingkat kasus campak tinggi. Idealnya, vaksin diberikan setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan, meskipun satu dosis tetap dianjurkan jika waktu perjalanan lebih singkat.
Selain pelancong, tenaga kesehatan, mahasiswa yang tinggal di asrama atau kampus, orang yang memiliki kontak dekat dengan individu dengan sistem imun lemah, serta penderita HIV dengan kondisi tertentu juga termasuk kelompok yang disarankan memperoleh imunisasi lengkap.
Secara ilmiah, dua dosis vaksin campak memiliki efektivitas sekitar 97 persen, sedangkan satu dosis memberikan perlindungan sekitar 93 persen, menjadikan vaksin MMR sebagai salah satu metode pencegahan paling efektif terhadap penyakit ini.




