BANDUNG – Bagian atap atau kanopi beton dari 13 kios di Pasar Soreang Blok III Penggilingan Tepung, Soreang, Kabupaten Bandung, ambruk pada Senin siang (16/3) sekitar pukul 12.30 WIB.
Peristiwa tersebut menewaskan satu orang pria yang tertimpa material reruntuhan bangunan. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain menimpa pedagang dan pengunjung pasar, reruntuhan beton juga menghantam sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi, yakni lima sepeda motor dan satu mobil.
Petugas gabungan dari Polresta Bandung, tim pemadam kebakaran, serta BPBD Kabupaten Bandung langsung menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga.
Proses evakuasi korban dan pembersihan material reruntuhan dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun.
Kapolresta Bandung Aldi Subartono mengatakan pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya kanopi tersebut.
“Korban meninggal dunia telah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Aldi kepada wartawan di lokasi kejadian.
Selain itu, kepolisian juga akan melibatkan sejumlah ahli konstruksi guna memastikan penyebab pasti runtuhnya bagian bangunan tersebut.
“Nanti penyelidikan dilakukan dengan pendekatan saintifik bersama para ahli untuk mengetahui penyebab ambruknya bangunan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Ali Syakieb yang turun langsung meninjau lokasi kejadian menyampaikan duka cita atas insiden tersebut.
“Kami menyampaikan turut berduka cita. Ada satu warga meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka akibat tertimpa material bangunan,” ujar Ali.
Menurutnya, pemerintah daerah akan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan pasar untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pemkab Bandung juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung guna memastikan kelayakan konstruksi bangunan pasar secara keseluruhan.
Sementara itu, pengelola pasar dari PT Bangunbina Persada menyatakan 13 kios yang terdampak runtuhan kanopi untuk sementara ditutup hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Penutupan tersebut dilakukan demi menjamin keselamatan pedagang maupun pengunjung pasar sambil menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian dan tim teknis konstruksi.








