BANDUNG BARAT – Warga Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, dibuat resah akibat serangan nyamuk dalam jumlah besar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Ledakan populasi nyamuk itu diduga dipicu menjamurnya eceng gondok yang menutupi sebagian perairan Waduk Saguling.
Warga mengaku nyamuk kini tidak hanya menyerang pada malam hari, tetapi juga siang hari hingga mengganggu aktivitas masyarakat di dalam maupun luar rumah.
Salah seorang warga, Asep Mulyana (35), mengatakan jumlah nyamuk meningkat drastis dalam lima bulan terakhir.
“Siang hari juga banyak bergerombol. Kalau pakai baju warna gelap pasti langsung dikerubuti,” ujar Asep, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, nyamuk yang muncul kali ini berbeda dari biasanya karena berukuran lebih besar dan berwarna kecokelatan.
“Kami belum tahu ini nyamuk apa dan berbahaya atau tidak. Tapi diduga berasal dari kawasan waduk yang dipenuhi eceng gondok,” katanya.
Warga mengaku mengalami dampak berbeda akibat gigitan nyamuk tersebut. Sebagian hanya mengalami gatal ringan, namun ada juga yang mengalami bentol hingga luka pada kulit akibat garukan.
Kepala Desa Rancapanggung, Asep Sukma Jaya, membenarkan keluhan masyarakat yang terus berdatangan, terutama dari wilayah RW 5, RW 8, RW 9, dan RW 10.
“Kalau digaruk biasanya jadi koreng. Tapi sejauh ini belum ada laporan penyakit serius,” ujarnya.
Pemerintah desa bersama Puskesmas Mukapayung telah melakukan pemantauan kesehatan warga serta fogging di sejumlah titik permukiman.
Selain itu, pemerintah desa berharap ada penanganan serius terhadap eceng gondok di Waduk Saguling yang dinilai menjadi sumber ledakan populasi nyamuk.
“Fogging sudah dilakukan. Ke depan kami berharap ada pengangkutan eceng gondok karena itu kewenangan Indonesia Power,” pungkasnya.








