CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi mulai mempercepat sistem pengolahan sampah terpadu dengan memperkuat operasional TPST Sentiong dan TPST Lebak Saat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya serius menekan volume sampah yang selama ini masih bergantung pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Wali Kota Ngatiyana menegaskan, persoalan sampah di Kota Cimahi tidak bisa lagi ditangani secara biasa. Pemerintah kini menargetkan program zero to TPA, yakni seluruh sampah diupayakan selesai diolah di wilayah kota tanpa harus dibuang ke TPA.
“Target kami jelas, bagaimana sampah bisa selesai di sumbernya dan tidak terus menjadi beban TPA,” ujar Ngatiyana usai menghadiri Implementation Support Mission World Bank dalam pelaksanaan Proyek ISWMP di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, evaluasi terhadap operasional TPST yang selama ini masih tahap uji coba terus dilakukan agar pengolahan sampah dapat berjalan maksimal. Pemkot Cimahi juga mulai mempercepat pengadaan fasilitas baru guna meningkatkan kapasitas pengolahan.
Ngatiyana mengungkapkan, mulai Juli 2026 TPST Sentiong akan mendapat tambahan mesin pengolah sampah baru yang saat ini masih dalam proses lelang. Dengan penambahan tersebut, kapasitas pengolahan ditargetkan meningkat hingga 85 ton per hari.
Sementara itu, TPST Lebak Saat tetap dioperasikan dengan kapasitas 10 ton per hari sebagai penunjang pengolahan sampah di wilayah sekitarnya.
Tak berhenti di dua titik utama, Pemkot Cimahi juga menyiapkan mesin pengolah sampah berkapasitas 5 ton di sejumlah lokasi strategis. Langkah ini dilakukan agar layanan pengolahan sampah dapat menjangkau kawasan yang selama ini belum terlayani optimal.
“Pengolahan sampah tidak bisa terpusat di satu tempat saja. Karena itu kami dorong pengolahan di beberapa titik supaya lebih efektif,” katanya.
Ngatiyana juga mengingatkan keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Ia meminta warga mulai disiplin memilah sampah dari rumah tangga agar proses pengolahan berjalan lebih maksimal.
“Kalau masyarakat tidak memilah sampah dari rumah, sistem yang dibangun akan sulit berhasil. Ini harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemkot Cimahi akan menerima bantuan operasional dari Kementerian PUPR berupa dump truck, mobil pickup, motor sampah, hingga peralatan penunjang lainnya. Bantuan itu akan digunakan untuk memperkuat sistem pengangkutan dan pengolahan sampah di Kota Cimahi.
Dengan tambahan mesin dan penguatan operasional TPST, Pemkot Cimahi optimistis mampu mengurangi lebih dari separuh volume sampah yang selama ini dibuang ke TPA.
“Kalau seluruh sistem berjalan sesuai rencana, pengiriman sampah ke TPA bisa ditekan secara signifikan,” tandas Ngatiyana. (GaR)








