BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bandung mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) dengan menekankan aspek transparansi dan kondusivitas.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memimpin langsung rapat koordinasi yang digelar di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Senin (30/3/2026), bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD.
Dalam arahannya, Kang DS—sapaan akrabnya—menyebut dari total 13 desa yang direncanakan, baru 9 desa yang dinyatakan siap melaksanakan Pilkades PAW.
“Panitia harus bertindak adil. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan, baik bakal calon maupun calon,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan selama seluruh tahapan berlangsung. Untuk itu, pengamanan diserahkan kepada jajaran kepolisian.
Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, memastikan pihaknya siap mengawal pelaksanaan Pilkades agar berjalan aman dan tertib.
“Kami siap mendukung penuh, sehingga pelaksanaan berjalan transparan dan kondusif,” ujarnya.
Selain aspek keamanan, Kang DS juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Ia meminta panitia menyosialisasikan seluruh tahapan dan kandidat secara luas hingga tingkat RT dan RW.
“Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Masyarakat harus tahu siapa calon pemimpinnya,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para calon kepala desa agar mampu melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya, mengingat Pilkades PAW hanya melanjutkan sisa masa jabatan.
Untuk mencegah konflik pasca pemilihan, para camat diminta memfasilitasi komitmen bersama antar kandidat agar siap menerima hasil dengan lapang dada.
Pemkab Bandung berharap seluruh proses Pilkades PAW berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan pemimpin desa yang mampu melanjutkan pembangunan serta pelayanan publik secara optimal.




