Peristiwa

Musda VIII ASEPHI Jabar Bahas Penguatan Industri Kriya

×

Musda VIII ASEPHI Jabar Bahas Penguatan Industri Kriya

Sebarkan artikel ini
Musda ASEPHI
Musyawarah Daerah (Musda) VIII ASEPHI Jawa Barat

BANDUNG – Musyawarah Daerah (Musda) VIII ASEPHI Jawa Barat akan digelar pada 20 Mei 2026 di Clove Hotel Bandung. Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi pelaku industri kerajinan dan UMKM kreatif di Jawa Barat.

Ketua BPD ASEPHI Jawa Barat, Hedy Yamasari, mengatakan Musda kali ini tidak hanya membahas pemilihan ketua baru, tetapi juga penguatan jaringan industri handicraft dan sinkronisasi dengan kebijakan ekonomi kreatif nasional maupun daerah.

“Musda kali ini dimaksudkan sebagai konsolidasi pelaku UMKM dan industri kreatif kerajinan, penguatan jaringan ekspor produk handicraft Jawa Barat, serta sinkronisasi dengan kebijakan ekonomi kreatif daerah dan nasional,” ujar Hedy Yamasari.

Ketua Steering Committee Musda VIII ASEPHI Jabar, Rd. Nina Hermina Kamil, menjelaskan Musda mengangkat tema Kolaborasi Industri Handicraft yang Tangguh.

Menurut Nina, Musda berlangsung cukup dinamis karena menghadirkan tiga kandidat kuat calon Ketua BPD ASEPHI Jawa Barat, yakni Rizal Rachman, Nunu Rismanayanti Idris, dan Ina Ardhina Dwiyanti.

“Musda ini cukup strategis karena Jawa Barat merupakan salah satu basis terbesar industri kerajinan nasional, mulai dari kriya bambu, kayu, logam, fashion tekstil dan batik, anyaman, dekorasi rumah hingga produk eco-craft berbasis UMKM,” kata Nina.

Ia menambahkan, secara organisasi Musda ASEPHI Jabar juga menjadi arena penting untuk menentukan arah kepemimpinan asosiasi, memperkuat jaringan bisnis ekspor, serta membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait industri kreatif.

Sementara itu, salah satu pendiri ASEPHI Jawa Barat sekaligus Dewan Penasehat ASEPHI Jabar, Ir. Syafril Sjofyan, menjelaskan ASEPHI merupakan singkatan dari Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia yang berdiri sejak 5 April 1975.

Menurut Syafril, ASEPHI memiliki hubungan erat dengan INACRAFT yang lahir dari ekosistem organisasi tersebut.

“INACRAFT pertama kali diselenggarakan pada April 1999 sebagai pameran kerajinan internasional yang digagas tokoh-tokoh ASEPHI,” ujarnya.

Ia menyebut ASEPHI Jawa Barat menjadi salah satu pemasok peserta terbesar dalam INACRAFT dan berperan melakukan kurasi, pembinaan, serta mobilisasi UMKM kerajinan Jawa Barat untuk masuk pasar nasional maupun ekspor.

“Hari ini INACRAFT berkembang menjadi salah satu pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara dan menjadi etalase nasional bagi produk-produk anggota ASEPHI dari seluruh Indonesia, termasuk Jawa Barat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *