SPIRITS.ID – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tercatat mengalami tiga kali erupsi pada Minggu pagi.
“Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.37 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Minggu.
Ia menjelaskan, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke utara. Aktivitas erupsi tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 189 detik.
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau mencapai 4.176 mdpl.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 118 detik,” tuturnya.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali meletus pada pukul 07.46 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai 4.376 mdpl.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Oleh sebab itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, di antaranya masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” ujarnya.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujar Yadi Yuliandi.




