SUMEDANG – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengingatkan generasi muda agar tidak apatis terhadap dunia politik. Menurutnya, politik memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah hingga masa depan bangsa.
Pesan itu disampaikan Fajar saat memberikan materi pendidikan politik bertajuk Peran Generasi Muda dalam Membangun Demokrasi kepada para pelajar di SMAN 2 Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Senin (25/5/2026).
Di hadapan para pelajar, Fajar menegaskan bahwa pendidikan politik bagi pemilih pemula sangat penting untuk membangun kesadaran kebangsaan, memperkuat pemahaman ideologi Pancasila, hingga membentuk karakter warga negara yang bertanggung jawab.
“Politik itu penting karena menentukan arah dan kebijakan. Ke depan, dunia politik akan semakin intens dan akan terjadi transisi dengan munculnya pemimpin-pemimpin muda,” ujar Fajar.
Ia menilai generasi muda saat ini harus mulai memahami politik secara luas dan tidak hanya memandang politik sebatas urusan pemilu atau perebutan kekuasaan semata.
Menurutnya, perkembangan media sosial yang begitu masif juga menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan muda. Karena itu, para pelajar diminta lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun provokasi di ruang digital.
“Tolong jadi masyarakat yang bijak dalam bermedia sosial. Pemerintah Kabupaten Sumedang juga sudah mulai menonaktifkan pengguna media sosial di bawah usia 16 tahun,” katanya.
Fajar juga mengingatkan pentingnya kualitas partisipasi politik masyarakat, khususnya menjelang momentum pemilu dan pilkada di masa mendatang. Generasi muda diminta tidak mudah tergiur janji politik maupun praktik serangan fajar yang dapat merusak kualitas demokrasi.
“Kalian harus memahami visi dan misi calon pemimpin, jangan mudah terbawa janji manis maupun serangan fajar. Generasi muda ini kelak akan menjadi pemimpin sehingga harus mulai menumbuhkan minat untuk meningkatkan partisipasi politik,” tegasnya.
Melalui pendidikan politik tersebut, Pemkab Sumedang berharap lahir generasi muda yang kritis, cerdas, dan aktif menjaga demokrasi yang sehat di tengah derasnya arus informasi digital.







