Edukasi

Banyak Keutamaan Shalat Dzuhur Berjamaah di Masjid: Jangan Dilewatkan!

×

Banyak Keutamaan Shalat Dzuhur Berjamaah di Masjid: Jangan Dilewatkan!

Sebarkan artikel ini
Shalat Dzuhur berjamaah di masjid memiliki keutamaan besar
Shalat Dzuhur berjamaah di masjid memiliki keutamaan besar

BANDUNG — Shalat Dzuhur adalah salah satu shalat fardhu yang dikerjakan di tengah hari, saat manusia sibuk dengan pekerjaan dan urusan dunia. Justru di saat itulah, mereka yang melangkahkan kaki ke masjid untuk berjamaah menunjukkan kesungguhan iman. Rasulullah ﷺ menjanjikan pahala dan keutamaan yang sangat besar bagi mereka.

1. Pahala 27 Derajat

Dalil paling populer tentang keutamaan shalat berjamaah adalah hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR. Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650)

Hadits ini berlaku umum untuk semua shalat fardhu, termasuk Dzuhur. Bayangkan, satu shalat Dzuhur berjamaah di masjid nilainya 27 kali lipat dibanding shalat sendirian di rumah. Itu baru satu shalat. Bagaimana jika dilakukan setiap hari?

2. Diampuni Dosa dan Dijamin Surga

Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ، أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

“Barangsiapa pergi ke masjid pagi atau petang, Allah menyiapkan untuknya tempat di surga setiap kali ia pergi pagi atau petang.” (HR. Bukhari no. 662 dan Muslim no. 669)

Hadits ini mencakup mereka yang berangkat shalat Dzuhur. Setiap langkah menuju masjid bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga menyiapkan tempat di surga.

3. Mendapat Naungan di Hari Kiamat

Rasulullah ﷺ bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ… وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ

“Tujuh golongan yang akan Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya… dan seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid.” (HR. Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031)

Orang yang hatinya terpaut dengan masjid—termasuk yang rutin shalat Dzuhur berjamaah—akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat, saat matahari didekatkan dan manusia berkeringat.

4. Shalat Berjamaah Menutup Kekurangan Shalat Fardhu

Pada hari kiamat, shalat fardhu akan diperiksa. Jika ada kekurangan, shalat sunnah akan menutupinya. Namun, shalat berjamaah sendiri sudah menjadi penyempurna. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

“Sesungguhnya amal yang pertama dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka ia beruntung dan sukses. Jika rusak, maka ia gagal dan merugi.” (HR. Tirmidzi no. 413, sahih)

Shalat berjamaah di masjid adalah bukti kesungguhan menjaga shalat. Ia menjadi penyelamat di hari hisab.

5. Langkah ke Masjid Menggugurkan Dosa dan Meninggikan Derajat

Nabi ﷺ bersabda:

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟… كَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang Allah menghapus dosa-dengan-Nya dan mengangkat derajat?” Para sahabat berkata, “Ya.” Beliau bersabda, “…(di antaranya) memperbanyak langkah menuju masjid.” (HR. Muslim no. 251)

Setiap langkah menuju masjid untuk shalat Dzuhur bernilai kebaikan, menghapus dosa, dan mengangkat derajat.

6. Shalat Dzuhur di Tengah Kesibukan: Bukti Iman Sejati

Shalat Dzuhur berjamaah di masjid sering kali paling berat karena bertepatan dengan jam sibuk pekerjaan. Namun, justru di situlah letak keistimewaannya. Nabi ﷺ bersabda:

أَعْظَمُ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى

“Manusia yang paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalanannya menuju masjid.” (HR. Muslim no. 662)

Semakin sulit dan jauh perjalanan menuju masjid, semakin besar pahalanya. Bagi pekerja kantoran yang menyempatkan shalat Dzuhur berjamaah, ini adalah investasi akhirat yang luar biasa.

7. Shalat Berjamaah Menjaga Persatuan

Shalat berjamaah di masjid bukan hanya ibadah vertikal, tetapi juga horizontal. Ia menyatukan hati, menghilangkan perbedaan status sosial, dan menumbuhkan ukhuwah. Nabi ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan; saling menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari no. 481 dan Muslim no. 2585)

Shalat Dzuhur berjamaah adalah momen bertemu saudara seiman, berjabat tangan, dan saling mendoakan.

Shalat Dzuhur berjamaah di masjid bukan sekadar kewajiban yang digugurkan. Ia adalah ibadah dengan segudang keutamaan: pahala 27 derajat, ampunan dosa, naungan di hari kiamat, dan penyempurna amal. Maka, jangan biarkan waktu Dzuhur berlalu tanpa berjamaah. Sebab di setiap langkah menuju masjid, ada surga yang menanti.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: HR. Bukhari no. 645, 660, 662, 481; HR. Muslim no. 650, 669, 1031, 251, 662, 2585; HR. Tirmidzi no. 413.