Politik dan Pemerintahan

Bandung Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Siskamling dan Deteksi Dini Warga

109
×

Bandung Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Siskamling dan Deteksi Dini Warga

Sebarkan artikel ini
Mitigasi Bencana Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Berbicara di Kegiatan Siskamling Siaga Bencana edisi ke-45 di Kelurahan Ciumbuleuit,

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat sistem mitigasi bencana dengan pendekatan berbasis warga melalui program Siskamling Siaga Bencana, terutama di kawasan Bandung Utara yang rawan longsor dan memiliki kontur tanah curam. Langkah ini menempatkan warga sebagai garda terdepan deteksi dini sekaligus memastikan setiap laporan tertangani lebih cepat dan terukur.

Kebijakan ini ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam Siskamling Siaga Bencana edisi ke-45 di Kelurahan Ciumbuleuit, Senin (1/12/2025). Kawasan ini dikenal memiliki tingkat kerentanan tinggi, terbukti dari data Laci RW yang mencatat rumah ambruk, dua kejadian pohon tumbang, hingga potensi longsor di beberapa titik.

Forum Siskamling kali ini menjadi ruang dialog dua arah antara warga dan pemerintah. Laporan lapangan mengerucut pada beberapa isu mendesak: tumpukan sampah akibat keterbatasan pengolahan di RW 01, 14 titik longsor di RW 09, serta keterbatasan akses air bersih.

Menanggapi laporan tersebut, Farhan memastikan akan segera turun ke lokasi.
“Kami akan survei nanti ke TPS sama Buruan SAE ini seperti apa. Juga ke titik longsor,” ujarnya.

Permasalahan pohon tua dan keropos di RW 04 dan RW 05 juga menjadi perhatian serius. Farhan meminta agar penanganan dilakukan sesuai aturan agar tidak menimbulkan bahaya baru.
“Begitu ada pohon yang terlihat mengkhawatirkan, lapor dulu ke lurah. Jangan potong sendiri karena ada aturannya,” tegasnya.

Dialog bersama PDAM Tirtawening turut mengungkap persoalan klasik: cakupan layanan air di Ciumbuleuit baru mencapai 37 persen dan kebocoran pipa mencapai 46 persen. Farhan menyebut perbaikan air bersih menjadi prioritas.
“Kami sedang negosiasi agar kebutuhan air warga bisa terpenuhi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Farhan juga bertindak cepat menanggapi keluhan warga terkait infrastruktur dasar. Setelah menerima laporan tujuh PJU dan tiga PJL yang mati, ia langsung menginstruksikan agar penanganan dilakukan hari itu juga.
“Pak RW, pastikan malam ini harus sudah diperbaiki. Jika tidak menyala, langsung telepon staf saya,” ujarnya menegaskan komitmen percepatan layanan.

Untuk memastikan efektivitas tindak lanjut, Pemkot menyiapkan sistem pencatatan dan pemantauan mingguan atas seluruh instruksi Siskamling. Setiap laporan akan dirapikan setiap Jumat dan diverifikasi pada Sabtu untuk memastikan progres lapangan sesuai harapan.

Dengan memadukan laporan warga, analisis Laci RW, serta pelaporan berjenjang, Siskamling Siaga Bencana kini menjadi instrumen deteksi dini bencana sekaligus audit infrastruktur di wilayah Bandung Utara. Pemkot menilai model ini bisa diadaptasi di kawasan lain yang memiliki kontur ekstrem dan tingkat kepadatan tinggi, sebagai bagian dari upaya menciptakan Bandung yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana.