Fenomena langit yang ditunggu banyak orang kembali hadir pada awal Desember 2025. Pada malam 4–5 Desember, Bulan akan mencapai fase purnama sekaligus berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Peristiwa yang dikenal sebagai Supermoon Cold Moon itu diprediksi menjadi purnama paling terang dan besar yang bisa dinikmati sepanjang tahun.
Menurut BMKG, kombinasi antara fase purnama dan posisi Bulan yang sedang berada di titik perigee membuat ukuran tampaknya membesar hingga lebih dari 10 persen dibanding purnama biasa. Sementara cahayanya tampak jauh lebih terang, terutama ketika Bulan baru terbit di ufuk timur. Fenomena inilah yang kemudian disebut sebagai Supermoon, dan karena terjadi di bulan Desember, ia mendapatkan nama khas: Cold Moon.
Puncak Supermoon tahun ini diprediksi terjadi pada 4 Desember 2025 pukul 23.14 UTC, atau tepat 5 Desember 2025 pukul 06.14 WIB. Meski begitu, penampakan terbaik dapat dinikmati sepanjang malam, mulai dari Bulan terbit hingga mendekati tengah malam. Di banyak wilayah Indonesia, Bulan diperkirakan muncul di langit sekitar pukul 21.48 WIB, memberikan waktu yang cukup panjang bagi masyarakat untuk mengamatinya.
Fenomena langka ini sekaligus menandai Supermoon terakhir tahun 2025. Sebelumnya, purnama super terang terakhir terjadi pada 5 November 2025, yang disebut sebagai salah satu Supermoon paling dekat tahun ini. Setelah Cold Moon, masyarakat baru akan menantikan Supermoon berikutnya pada awal tahun depan, diperkirakan jatuh pada awal Januari 2026 dengan nama Wolf Moon.
Walau tidak memerlukan alat khusus untuk menikmatinya, Supermoon akan terlihat jauh lebih menawan jika diamati dari tempat yang minim polusi cahaya. Area dataran tinggi, tepi pantai, atau lapangan luas akan memberikan pemandangan Bulan raksasa yang menggantung indah di langit.
Fenomena Supermoon Cold Moon bukan sekadar tontonan astronomi, tetapi juga sebuah momen refleksi di penghujung tahun. Di balik keindahan cahayanya, ia mengingatkan kita pada keteraturan semesta dan pergerakan kosmik yang terus berlangsung tanpa henti. Selama cuaca cerah, langit Indonesia akan menjadi panggung terbaik untuk menyaksikan salah satu keajaiban alam ini.




