Edukasi

Keutamaan Puasa Sunah Menjelang Iduladha: Ibadah yang Sarat Kemuliaan

×

Keutamaan Puasa Sunah Menjelang Iduladha: Ibadah yang Sarat Kemuliaan

Sebarkan artikel ini
Puasa Arafah
Ilustrasi

BANDUNG – Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Di dalamnya terdapat berbagai ibadah agung, termasuk ibadah haji, kurban, dan puasa sunah pada hari-hari pertama Zulhijah. Rasulullah ﷺ memberikan perhatian besar terhadap amalan pada hari-hari tersebut karena nilainya sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Puasa sunah sebelum Iduladha, khususnya pada sembilan hari pertama Zulhijah dan lebih khusus lagi puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, memiliki dasar yang kuat dari Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih.

Kemuliaan Sepuluh Hari Pertama Zulhijah dalam Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

> وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

 

Mayoritas ulama tafsir, di antaranya Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Hari-hari tersebut memiliki keutamaan luar biasa karena menjadi waktu berkumpulnya berbagai ibadah utama.

Selain itu Allah SWT juga berfirman:

> لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28)

 

Menurut para mufassir, “ayyāmin ma‘lūmāt” (hari-hari yang telah ditentukan) adalah sepuluh hari pertama Zulhijah.

Hadis Sahih Tentang Keutamaan Amal di Awal Zulhijah

Rasulullah ﷺ bersabda:

> مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ

Para sahabat bertanya: “Tidak juga jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab:

وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.”

(HR. Al-Bukhari)

 

Hadis ini menunjukkan bahwa amal saleh pada awal Zulhijah memiliki keutamaan yang sangat besar. Para ulama memasukkan puasa sebagai salah satu amal saleh utama pada hari-hari tersebut.

Dasar Hadis Tentang Puasa Sembilan Hari Zulhijah

Diriwayatkan dari Hafshah radhiyallahu ‘anha:

> أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ ﷺ: صِيَامُ عَاشُورَاءَ، وَالْعَشْرُ، وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

“Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan Nabi ﷺ: puasa Asyura, puasa sepuluh hari (Zulhijah), puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh.”

(HR. Ahmad dan An-Nasa’i, hadis sahih)

 

Hadis ini menjadi dasar anjuran puasa pada awal Zulhijah, khususnya tanggal 1 sampai 9 Zulhijah. Adapun tanggal 10 Zulhijah adalah hari Iduladha yang diharamkan untuk berpuasa.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa yang paling utama menjelang Iduladha adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah bagi yang tidak sedang berhaji.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”

(HR. Muslim)

 

Hadis ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang berpuasa Arafah dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Hikmah Puasa Menjelang Iduladha

Puasa sunah menjelang Iduladha bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Ibadah ini merupakan latihan spiritual untuk membersihkan hati, memperkuat ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di tengah kehidupan modern yang penuh hiruk-pikuk dunia, puasa menjadi sarana untuk menundukkan hawa nafsu dan memperbanyak amal saleh. Apalagi Zulhijah adalah momentum agung untuk memperbanyak zikir, sedekah, doa, tilawah Al-Qur’an, dan taubat.

Penutup

Puasa sunah sebelum Iduladha memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih Rasulullah ﷺ. Keutamaannya sangat besar, terutama puasa Arafah yang dijanjikan penghapusan dosa selama dua tahun.

Karena itu, umat Islam sebaiknya tidak melewatkan kesempatan emas pada hari-hari mulia Zulhijah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *