Daerah

Bupati Sumedang Dorong Transformasi BUMDesma Menuju Keuangan Mikro Modern

52
×

Bupati Sumedang Dorong Transformasi BUMDesma Menuju Keuangan Mikro Modern

Sebarkan artikel ini
Rakor Bumdesma
Bupati Dony saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Gabungan BUMDesma dan LKD se-Kabupaten Sumedang

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mendorong seluruh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) untuk melakukan transformasi besar-besaran agar mampu menjadi lembaga keuangan mikro modern yang kuat, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa. Hal tersebut ditegaskan Bupati saat membuka Rapat Koordinasi Gabungan BUMDesma dan LKD se-Kabupaten Sumedang di Aula Hotel Hanjuang Hegar, Cimalaka, Selasa (2/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Dony menyampaikan apresiasi tinggi kepada BUMDesma yang dinilai telah menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan ekonomi di desa. Menurutnya, kehadiran BUMDesma bukan hanya menumbuhkan sektor usaha mikro, tetapi juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir yang merugikan.

“BUMDesma sudah menjadi garda terdepan membantu masyarakat. Banyak usaha kecil berkembang, pendapatan meningkat, bahkan ada warga yang bisa berangkat umrah dari usaha yang dibesarkan melalui pembiayaan BUMDesma,” kata Bupati.

Ia menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil para pengelola BUMDesma memiliki dampak besar terhadap kehidupan warga. Karena itu, akuntabilitas, kehati-hatian, dan ketulusan dalam bekerja menjadi kunci keberhasilan.

“Setiap tanda tangan Ibu Bapak bukan sekadar dokumen. Itu tanda tangan untuk masa depan keluarga—pendidikan anak, biaya berobat, dan kesejahteraan mereka. Pahala kebaikannya mengalir terus,” ujarnya.

Untuk memastikan BUMDesma tetap kompetitif di tengah persaingan layanan keuangan modern, termasuk bank emok dan pinjaman online ilegal, Bupati meminta tiga agenda transformasi dijalankan segera: peningkatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, dan penguatan pendampingan usaha.

Bupati juga mendorong para pengelola aktif mengikuti pelatihan serta memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), guna mempermudah administrasi dan perencanaan.

“Akan terlihat bedanya pengelola yang memakai AI dan yang tidak. Gunakan teknologi untuk membuat laporan, menyusun program, hingga merancang strategi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa BUMDesma perlu membangun dashboard keuangan elektronik berisi data nasabah, riwayat pembayaran, sebaran wilayah, hingga grafik perkembangan usaha.

“Good data, good decision, good result. Dengan data yang baik, kebijakan kita pasti lebih tepat,” katanya.

Selain memperluas pasar dan membaca peluang usaha, BUMDesma juga diminta memperkuat fungsi pendampingan. Menurut Bupati, pinjaman tanpa pendampingan tidak akan membantu perkembangan ekonomi warga secara optimal.

“Pinjam itu tidak cukup tanpa pendampingan. BUMDesma harus hadir membesarkan usaha anggotanya,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Bupati Dony mengingatkan bahwa pengelolaan BUMDesma adalah bentuk pengabdian, bukan sekadar pekerjaan administratif.

“Ada jiwa yang kita tolong, ada masa depan yang kita selamatkan. Kerja kita adalah ladang ibadah,” tuturnya.

Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Dinas UKMPP, Camat Cimalaka, forum BUMDesma, serta ratusan pengelola BUMDesma dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumedang.