Banjir besar kembali melanda Bojongsoang, Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, hingga melumpuhkan akses utama Bandung Selatan. Luapan Sungai Citarum akibat curah hujan tinggi membuat sejumlah kawasan terendam dan mengganggu aktivitas ribuan warga.
Pantauan wartawan, banjir merendam wilayah dekat jembatan Cijagra, Jembatan Bale Desa Bojongsoang, Cibeber, hingga area dekat PT Daliatex. Tinggi genangan bahkan mencapai paha orang dewasa sehingga jalur utama penghubung Baleendah–Dayeuhkolot–Bandung terputus total.
Rumah-rumah di Cijagra juga terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa. Sebagian warga sudah mengungsi, sebagian lagi masih bertahan di lantai 2 rumahnya.

Tampak ada warga terpaksa menyeberangi banjir dengan berjalan kaki demi mengungsi atau tetap berangkat bekerja. Sementara pengendara motor dan mobil tak dapat melintas dan harus memutar ke jalur alternatif yang juga padat.
Kemacetan panjang terjadi di akses Baleendah menuju Terusan Buahbatu serta Dayeuhkolot ke Kota Bandung. Banyak pengendara yang nekat menerobos banjir, namun tidak sedikit yang akhirnya mengalami mogok.
“Motor dan mobil tidak bisa lewat, Pak. Truk juga berisiko mogok,” ujar Abad, warga Dayeuhkolot, Sabtu (6/12/2025).
Hingga kini belum ada solusi permanen untuk banjir tahunan di wilayah tersebut. “Banjir begini sudah sering terjadi dan belum ada pencegahannya. Kalau sudah seperti ini, saya kerja jadi terlambat,” kata Dudi, warga Komplek Buki Sari Endah, Baleendah, yang juga pegiat lingkungan.





