Daerah

Farhan Deg-degan, Peminat Kelola Bonbin Bandung Minim

×

Farhan Deg-degan, Peminat Kelola Bonbin Bandung Minim

Sebarkan artikel ini
Kebun Binatang Bandung
Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung mulai waswas menghadapi minimnya peminat dalam proses seleksi pengelola Kebun Binatang Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku “deg-degan” lantaran hingga mendekati batas akhir pendaftaran, baru segelintir lembaga konservasi yang menunjukkan minat serius mengikuti seleksi.

“Pendaftarannya tinggal beberapa hari lagi. Ini yang bikin saya agak deg-degan, karena syaratnya memang ketat sekali dan tidak semua lembaga konservasi menyanggupinya,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (30/4/2026).

Sesuai jadwal, proses pendaftaran pengelola Kebun Binatang Bandung akan ditutup pada 10 Mei 2026.

Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung sebelumnya telah mengundang sekitar 85 lembaga dan pihak potensial untuk ikut dalam proses seleksi tersebut. Namun hingga kini, respons yang masuk masih sangat terbatas.

“Yang sudah memberi sinyal minat, kalau tidak salah baru sekitar empat,” katanya.

Menurut Farhan, ketatnya persyaratan memang sengaja diterapkan agar pengelola yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas dalam pengelolaan konservasi dan kesejahteraan satwa.

Karena itu, Pemkot Bandung kini menyiapkan langkah antisipasi dengan mengajukan perpanjangan waktu pendaftaran kepada pemerintah pusat.

“Kita sudah mengajukan perpanjangan deadline selama satu bulan setelah tanggal 6 Mei,” jelasnya.

Di tengah proses seleksi yang belum ideal, Pemkot Bandung memastikan kondisi satwa di Kebun Binatang Bandung tetap menjadi prioritas utama.

Farhan mengatakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat terus melakukan pengawasan intensif terhadap aspek kesejahteraan hewan.

Selain itu, Pemkot juga mendapat dukungan dari lembaga internasional Fantara, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan obat-obatan satwa.

“Kita dibantu dalam penanganan animal welfare, termasuk kebutuhan medis satwa,” ujarnya.

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung akan terus membuka berbagai opsi agar proses seleksi pengelola kebun binatang tetap berjalan optimal dan menghasilkan pengelola yang benar-benar kompeten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *