Internasional

Putin Bongkar Penyebab Proposal Damai Iran-AS Gagal

×

Putin Bongkar Penyebab Proposal Damai Iran-AS Gagal

Sebarkan artikel ini
Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin

MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengungkap penyebab gagalnya proposal damai yang sebelumnya diklaim telah mendapat persetujuan awal dari Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Menurut Putin, kebuntuan muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta seluruh cadangan nuklir Iran dipindahkan dan dikelola oleh Washington.

Sementara itu, Teheran menolak keras tuntutan tersebut dan bersikeras agar material nuklir mereka tetap disimpan di negara sahabat yang dipercaya Iran.

“Pada dasarnya proposal perdamaian itu sudah disetujui semua pihak. Namun implementasinya gagal karena muncul perbedaan mengenai pengelolaan cadangan nuklir Iran,” ujar Putin dalam pernyataannya di Moskow.

Putin menyebut Rusia sejak awal mencoba membangun jalan tengah agar konflik di Timur Tengah tidak berkembang menjadi perang regional berskala besar.

Menurut Kremlin, rancangan perdamaian itu mencakup penghentian serangan militer, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta tahapan negosiasi program nuklir Iran di bawah pengawasan internasional.

Namun di tengah proses pembahasan teknis, Washington disebut mengajukan tuntutan tambahan terkait pemindahan stok uranium Iran ke luar negeri.

Iran menolak opsi tersebut karena khawatir kehilangan kendali strategis atas program nuklirnya sendiri.

Teheran disebut lebih memilih penyimpanan cadangan nuklir dilakukan di negara mitra yang dianggap netral dan memiliki hubungan baik dengan Iran.

Pernyataan Putin memperlihatkan bahwa perundingan damai sebenarnya sempat berada di titik hampir tercapai sebelum kembali kandas akibat persoalan kepercayaan dan perebutan kontrol terhadap program nuklir Iran.

Hingga kini, negosiasi antara Washington dan Teheran masih berada dalam situasi tidak menentu, sementara ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat seiring belum pulihnya jalur energi global di Selat Hormuz. (Sumber : VIORY Russia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *