Internasional

ASEAN Berharap Pertemuan Trump-Xi Jinping Tak Picu Gejolak

×

ASEAN Berharap Pertemuan Trump-Xi Jinping Tak Picu Gejolak

Sebarkan artikel ini
Trump Xi
Negara-negara Asia Tenggara berharap pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing tidak memicu ketegangan baru

JAKARTA – Negara-negara Asia Tenggara berharap pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing tidak memicu ketegangan baru yang dapat mengguncang stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Harapan itu muncul di tengah pembahasan sejumlah isu strategis dalam pertemuan kedua pemimpin dunia tersebut, mulai dari teknologi, tarif perdagangan, mineral kritis, perang Iran, Taiwan, hingga sengketa Laut China Selatan.

Analis politik dari Singapura, Ian Chong, mengatakan negara-negara ASEAN kini lebih mengutamakan stabilitas dibanding ekspektasi besar terhadap membaiknya hubungan Washington-Beijing.

“Mereka hanya berharap jangan sampai ada gejolak besar. Mereka mungkin berharap lebih baik, tetapi akan puas jika situasinya berjalan biasa saja,” ujar Chong.

Menurutnya, negara-negara Asia Tenggara berada dalam posisi sensitif karena harus menjaga keseimbangan hubungan dengan Amerika Serikat dan China.

China selama ini menjadi mitra dagang utama bagi banyak negara ASEAN, termasuk Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Namun di sisi lain, sejumlah negara kawasan tetap memiliki kepentingan strategis dan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat.

Kawasan ASEAN juga dinilai rentan terdampak apabila terjadi eskalasi baru terkait Taiwan maupun Laut China Selatan.

Selain itu, ketidakstabilan global akibat konflik Timur Tengah dan perang Iran dikhawatirkan dapat mengganggu rantai pasok internasional serta memicu tekanan ekonomi di kawasan.

Tak hanya ASEAN, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia juga memantau hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping karena kawasan Indo-Pasifik kini menjadi pusat persaingan geopolitik dunia.

Karena itu, banyak negara di kawasan berharap pertemuan Beijing berlangsung kondusif dan tidak menghasilkan kebijakan konfrontatif baru antara dua kekuatan terbesar dunia tersebut. (Sumber : French 24)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *