Internasional

Trump ke Beijing, Perang Dagang AS-China Masuk Babak Baru

×

Trump ke Beijing, Perang Dagang AS-China Masuk Babak Baru

Sebarkan artikel ini
Perang Tarif
Ilustrasi : Perang Tarif AS-China

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membawa isu perang dagang dalam kunjungannya ke China untuk pertama kali dalam hampir sembilan tahun terakhir.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah hubungan dagang kedua negara yang masih berada dalam situasi “gencatan dagang rapuh” setelah perang tarif berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Dalam pernyataannya, Trump kembali menuding China selama bertahun-tahun mengambil keuntungan besar dari hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat.

“China membutuhkan kita jauh lebih besar daripada kita membutuhkan mereka,” kata Trump dalam wawancara yang disiarkan media internasional.

Trump juga menilai Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization lebih banyak menguntungkan China dibanding Amerika Serikat.

Menurut Trump, defisit perdagangan menjadi bukti utama bahwa Washington berada di posisi dirugikan.

Data perdagangan menunjukkan, saat Trump pertama kali menerapkan tarif impor terhadap China pada 2018, defisit perdagangan AS dengan China mencapai lebih dari 418 miliar dolar AS.

Namun setelah perang tarif berjalan bertahun-tahun, angka tersebut mulai menurun. Pada 2025 lalu, defisit perdagangan AS terhadap China tercatat sekitar 202 miliar dolar AS.

Perang dagang terbaru kembali memanas sejak Februari tahun lalu ketika pemerintahan Trump memberlakukan tarif 10 persen terhadap seluruh barang impor asal China.

Beijing kemudian membalas dengan tarif 10 hingga 15 persen terhadap sejumlah produk asal Amerika Serikat.

Ketegangan memuncak pada April lalu ketika tarif impor AS terhadap produk China sempat mencapai 145 persen, sementara China menerapkan tarif balasan hingga 125 persen.

Meski demikian, kedua negara akhirnya menyepakati kesepakatan sementara untuk meredakan eskalasi perdagangan.

Saat ini tarif rata-rata Amerika Serikat terhadap barang China diperkirakan masih berada di kisaran 23 persen, sedangkan tarif rata-rata China terhadap produk AS mencapai hampir 32 persen.

Pemerintah China sendiri menilai dampak negatif perang tarif kini semakin terasa bagi kedua negara.

“Konsekuensi merugikan dari tarif semakin jelas, sementara seruan menjaga perdagangan bebas terus menguat,” ujar pejabat pemerintah China dalam pernyataan resmi.

Kunjungan Trump ke Beijing kini dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan apakah gencatan dagang akan berlanjut atau justru kembali memicu konflik ekonomi global yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *