Politik dan Pemerintahan

Jelang Ramadan, Wabup Sukabumi Minta Layanan Umat Diperkuat

×

Jelang Ramadan, Wabup Sukabumi Minta Layanan Umat Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Wabup Sukabumi Andreas
Wabup Sukabumi Andreas

Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendorong lembaga keagamaan memperkuat pelayanan umat dan menjaga ketertiban sosial masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas saat menghadiri pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cidahu di Majelis Ta’lim Robi’atul Adawiyah, Rabu (11/2/2026).

Pelantikan tidak hanya dilakukan terhadap pengurus MUI, tetapi juga Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Komunitas Tilawah Tigapuluh (KTT) desa se-Kecamatan Cidahu.

Menurut Andreas, Ramadan selalu diiringi peningkatan aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat. Karena itu, lembaga keagamaan memiliki tanggung jawab strategis memastikan suasana tetap tertib, aman, dan kondusif.

“Ramadan akan diwarnai berbagai kegiatan ibadah dan sosial. Peran lembaga keagamaan penting agar semua berjalan tertib dan memberi manfaat,” kata Andreas.

Ia meminta para pengurus yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas masing-masing dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah maupun masyarakat.

Camat Cidahu Tamtam Alamsyah menambahkan, kehadiran empat lembaga tersebut menjadi fondasi penting menjaga stabilitas sosial dan harmoni antarumat beragama di wilayahnya.

“Sinergi MUI, UPZ, FKUB, dan KTT harus mampu memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua MUI Kecamatan Cidahu Ismail menyebut pelantikan ini menegaskan kebersamaan ulama dan umara dalam membangun masyarakat religius sekaligus toleran.

Ia juga menyoroti pelantikan pengurus FKUB yang dinilai sebagai momentum penting memperkuat kerukunan.

“Ini pertama kalinya saudara nonmuslim ikut bersama dalam prosesi pelantikan FKUB. Ini bukti semangat toleransi yang terus dijaga di Cidahu,” paparnya.

Pemerintah daerah berharap sinergi kelembagaan keagamaan di tingkat kecamatan dapat meminimalisir potensi konflik sosial sekaligus memastikan kegiatan Ramadan berlangsung kondusif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *