Internasional

Serangan AS–Israel ke Iran Minim Dukungan Internasional

×

Serangan AS–Israel ke Iran Minim Dukungan Internasional

Sebarkan artikel ini
Serangan AS-Israel ke Teheran Iran
Serangan AS-Israel ke Teheran Iran

DUBAI — Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan gagal memperoleh dukungan luas dari komunitas internasional. Sejumlah negara besar hingga organisasi regional justru menyerukan penghentian segera aksi militer dan kembali ke jalur diplomasi.

Laporan Al Jazeera menyebut respons global terhadap serangan tersebut didominasi kritik serta kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez secara tegas menyatakan pemerintahannya menolak tindakan militer terhadap Iran. Madrid menilai penggunaan kekuatan bersenjata berisiko memperburuk stabilitas kawasan yang sudah rapuh.

Sikap serupa datang dari Uni Eropa. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut perkembangan situasi di Timur Tengah sebagai kondisi yang “mengkhawatirkan”, sekaligus menyerukan langkah de-eskalasi segera meski tetap mengakui adanya kekhawatiran keamanan global terkait Iran.

Dari Moskow, pemerintah Rusia mendesak penghentian serangan tanpa syarat. Kremlin menilai konflik harus segera dikembalikan ke penyelesaian politik dan diplomatik melalui mekanisme internasional.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China juga menyerukan penghentian operasi militer serta dimulainya kembali dialog dan negosiasi guna menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan Timur Tengah.

Minimnya dukungan internasional ini memperkuat pandangan sejumlah analis bahwa operasi militer Washington dan Tel Aviv berjalan tanpa legitimasi global yang kuat.

Pengamat hubungan internasional menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah lama mendorong kebijakan konfrontatif terhadap Iran. Upaya tersebut disebut berlangsung selama puluhan tahun dan terus memengaruhi arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat lintas pemerintahan.

Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menjadi sorotan, terutama terkait keputusan melanjutkan operasi militer di tengah rendahnya dukungan publik internasional maupun domestik.

Sejumlah akademisi merujuk pada kajian ilmuwan politik John Mearsheimer dan Stephen Walt, yang sebelumnya menyoroti kuatnya pengaruh lobi Israel dalam pembentukan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Menurut analis, tekanan geopolitik serta kepentingan strategis aliansi menjadi faktor dominan dibanding pertimbangan diplomasi multilateral.

Gelombang penolakan global ini menandai meningkatnya isolasi politik terhadap operasi militer tersebut. Banyak negara menilai eskalasi konflik berisiko memicu krisis kemanusiaan baru, gangguan rantai energi dunia, hingga potensi perang regional yang lebih luas.

Hingga kini, seruan penghentian serangan terus menguat di forum internasional, sementara peluang perundingan damai masih belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *