BANDUNG — Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan meluncurkan buku terbarunya berjudul Menggugat Republik di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Kamis (5/3).
Peluncuran buku tersebut dirangkaikan dengan seminar nasional bertema Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan yang kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama.
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Moh Jumhur Hidayat, pengamat politik Rocky Gerung, anggota Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, serta selebritas Raffi Ahmad.
Dalam pemaparannya, Syahganda mengenang perjalanan aktivismenya sejak masa mahasiswa. Ia menyebut semangat perjuangan untuk kepentingan rakyat sudah tertanam kuat sejak dirinya berada di lingkungan aktivis kampus ITB.
Menurutnya, para aktivis mahasiswa pada masa itu tidak pernah gentar menegakkan kebenaran meski menghadapi berbagai tekanan.
Ia mencontohkan pengalaman aktivis Moh Jumhur Hidayat yang tetap berjuang meskipun keluarganya menghadapi tekanan ketika ayahnya yang saat itu menjadi calon Direktur Utama Bank Pembangunan Indonesia dipenjara.
Syahganda juga menuturkan bahwa gerakan mahasiswa pada masa itu melibatkan berbagai kampus lain seperti Universitas Padjadjaran. Bersama para aktivis lintas kampus, mereka membangun berbagai gerakan sosial mulai dari gerakan buruh hingga advokasi rakyat.
“Perjuangan tersebut masih relevan hingga saat ini,” ujar Syahganda.
Dalam pandangannya, hanya ada dua Presiden Republik Indonesia yang memiliki ideologi kuat, yakni Soekarno dan Prabowo Subianto.
Menurut Syahganda, pandangan tersebut ia tuangkan dalam buku Menggugat Republik yang ditulis saat dirinya berada di dalam penjara.
Ia menjelaskan, nasionalisme Soekarno pada masa muda memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan periode akhir kehidupannya yang menurutnya cenderung lebih pragmatis.
Sementara itu, Syahganda menilai Prabowo Subianto masih mempertahankan ideologi yang kuat hingga usia 75 tahun.
Selain membahas soal ideologi kepemimpinan nasional, Syahganda juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintahan saat ini, terutama terkait kondisi ekonomi masyarakat.
Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan solusi cepat bagi persoalan mendasar seperti penciptaan lapangan kerja serta penguatan program sosial bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Syahganda juga menyampaikan apresiasi kepada figur publik Raffi Ahmad yang menurutnya memiliki pengaruh besar di media sosial dengan puluhan juta pengikut.
Di akhir sambutannya, Syahganda mengaku banyak pengorbanan pribadi yang harus ia lakukan selama menjalani aktivitas menulis dan gerakan intelektual, termasuk waktu bersama keluarga.




